WEBSITE

MamaOla

UNTUK MELIHAT ARTIKEL 2000-2009, KLIK ANAKMUDA.NET

UNTUK MELIHAT ARTIKEL 2010-DST, KLIK GF!ONLINE

COVER #90, EDISI MEI 2008


THE GIFTS

Apa Karunia Rohanimu?

Bulan April kemaren kita udah ngerayain Paskah. Nah bulan Mei, ini kita bakal ngerayain Pentaskosta. Buat yang belum tau (ato udah lupa) Pentakosta itu hari dimana Roh Kudus pertama kali dicurahkan 2000 taun yang lalu. Nah waktu Roh Kudus dicurahkan, Dia juga kasih ‘hadiah’ sama kita yang disebut ‘karunia Roh Kudus’. Nah di edisi kali ini, GF! bakal khusus bahas soal karunia Roh Kudus sampe tuntas. (dp)

Pernah nggak kita liat adik-adik kita pas membuka kado ulang tahunnya? Atau kita waktu kecil dapet kado dari Papa-Mama kita? Kita pasti seneng en exciting banget kan? Pas dibuka en diliat hadiahnya robot-robotan or boneka yang bisa bicara, kita nanyain gimana cara pasang batereinya dan menjalankannya sama Papa-Mama kita. Ada orang yang lebih bahagia lagi: Papa-Mama kita yang memberikan kado itu.

Bayangkan kebahagiaan itu terjadi pada Bapa kita di Surga, Yesus Kristus, yang ngasih kita kado-kado buat kita. Waktu kita menemukannya dan membukanya dan bertanya tentangnya, Yesus sangat bahagia. Kado itu adalah kado rohani, karunia roh. Waktu Tuhan menciptakan kita satu persatu secara spesial, Dia juga mutusin buat ngasih kita hadiah-hadiah, sebuah kemampuan ‘super’ buat kita. Tapi Dia punya tujuan, Dia pengen kita menggunakannya untuk membagikan kasihNya dan bagi kerajaanNya.

Kadang kita melihat temen-temen kita yang merasa frustasi en bete pas nyobain melayani or bekerja di area yang sebenernya mereka nggak punya kemampuan (atau sedikit punya kemampuan) yang berhubungan dengan itu. Padahal banyak orang yang melayani dengan efektif karena area yang mereka geluti cocok dengan karunia roh mereka. Makanya penting sekali kita mengetahui apa karunia rohani kita.

Di 1 Korintus 12:1, Paulus bilang “Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya”. Paulus pengen kita tau kebenaran alias info penting ini biar kita nggak kehilangan karunia roh. Karunia yang kita punya dari Tuhan adalah kunci supaya kita bisa memenuhi tujuan hidup kita yang spesifik.



APA SIH KARUNIA ROH KUDUS ITU?
Menurut Erik Rees dari tim Purpose Driven Life, karunia rohani adalah sebuah kemampuan khusus yang diberikan oleh Tuhan, diberikan pada setiap orang percaya oleh Roh Kudus, untuk membagikan kasihNya dan memperkuat tubuh Kristus. “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10).

Karunia itu artinya pemberian. Jadi karunia Roh Kudus itu artinya pemberian (hadiah) Roh Kudus. Loh emangnya apa yang dikasih Roh Kudus sama kita? Dia kasih kita suatu kemampuan khusus supaya kita bisa lebih mantap lagi dalam pelayanan kita sama Tuhan en sesama.

KARUNIA ROHANI NGGAK SAMA DENGAN:
1. Temperamen atau kepribadian. Sebuah tes kepribadian bukanlah suatu indikator yang memadai buat nemuin karunia rohani yang kita punya. Kepribadian kita, gimanapun juga, merupakan suatu sarana buat mengekspresikan karunia Anda. Sebagaimana contoh, kalo Tuhan mengirim kamu buat pergi, maka karunia kamu akan bekerja dengan baik waktu kamu secara aktif berhubungan dengan orang lain. Kalo kamu cenderung digerakkan secara alami, kepribadian kamu akan mengimbangi karunia kamu.
2. Talenta. Kamu bisa jadi seorang arsitek yang berbakat, seorang marketing, atau manajer, tapi itu bukanlah karunia rohani. Leslie B. Flynn menjelaskan, “Talenta berhubungan dengan teknik dan metode; karunia berhubungan dengan kemampuan rohani. Talenta bergantung pada kemampuan alami, karunia bergantung pada pemberian rohani”.
3. Buah Roh yang dijelaskan dalam Galatia 5:22-23: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Buah roh mengungkapkan sumbangan Kristus dalam karakter kita, sementara karunia rohani kita mengungkapkan sumbangan kita pada Kerajaan Tuhan.

BUAT APA SIH ADA KARUNIA ROH KUDUS?
“Tujuan dari pemberian karunia adalah mengurus dan melayani, bukan untuk kepentingan diri sendiri” (Os Guinness, dalam bukunya The Call).
Satu hal yang pasti Roh Kudus nggak kasih kita karuniaNya buat kepentingan pribadi kita or sekedar iseng doang. Karunia Roh Kudus itu dikasih buat Tubuh Kristus (orang percaya). Nah secara khusus, karunia Roh Kudus itu dikasih buat:

· Melayani satu sama lain
Karunia Roh Kudus itu kayak perlengkapan khusus yang dikasih sama Roh Kudus buat kita supaya kita bisa saling melayani satu sama lain. Makanya di suratnya ke jemaat Korintus, Paulus bilang kalo karunia Roh Kudus itu baru boleh dipake waktu jemaat lagi berkumpul. Kenapa mesti gitu? Biar teman kita terbangun sama karunia Roh Kudus yang kita punya.

· Mengenal Allah
Kita bisa mengenal Allah lewat banyak cara. Bisa lewat baca Alkitab, doa en satu lagi lewat karunia Roh Kudus. Ada beberapa karunia Roh Kudus yang bisa bikin kita mengenal Allah lebih baik lagi, kayak karunia bernubuat. Tapi biar gitu, pengenalan kita sama Tuhan harus bersifat pribadi, artinya kita sendiri yang harus mengalami Dia secara langsung dalam hidup kita.

· Membangun Tubuh Kristus
GF! nggak bakal bosan ulang terus, kalo yang namanya Tubuh Kristus itu artinya semua orang percaya, bukan cuman orang percaya di gereja kita doang. Nah maksudnya membangun Tubuh Kristus itu, artinya karunia Roh Kudus yang kita punya mesti dipake buat kepentingan semua orang percaya, jangan egois, buat kepentingan gereja kita doang. Kalo ada orang dari gereja lain minta bantuan kita, ya kita tolong.

· Senjata melawan benteng-benteng pikiran manusia
Di 2 Korintus 10:3-4 disebutin ada benteng-benteng yang dibangun sama manusia di pikirannya. Maksudnya bukan terus kita bisa liat ada benteng di kepala teman kita. Maksudnya manusia itu suka keras kepala, en suka punya pendapat sendiri, biar udah salah masih aja ngotot. Nah itu yang disebut benteng. Salah satu senjata buat meruntuhkan benteng-benteng itu adalah karunia Roh Kudus. Gimana bisa? Itu bagian Roh Kudus. Bagian kita cuman pake karunia Roh Kudus yang udah dikasih sama kita.

Mungkin kita masih bingung or ragu, sebenernya apa sih karunia rohani yang kita punya? Ada cara agar kita bisa mengenalinya lebih jauh. Caranya adalah mencoba mengekpresikannya dengan melayani orang-orang. Kalo kita melayani di area yang tepat dengan karunia kita, kita bakalan mengalami pemenuhan yang lebih besar dan melihat buah-buah yang lebih besar untuk Tuhan. Tapi kalo kita melayani di luar area karunia kita, biasanya ujungnya bete en frustasi en cape deeeh!

Ada yang penting tentang karunia, Paulus selalu bilang kalo karunia seharusnya diekspresikan dalam kasih. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Korintus 12 dan 14)

Untuk lengkapnya, kamu bisa dapatkan di edisi cetaknya. Hubungi info@getmedia-online.com

COVER #89, EDISI APRIL 2008


SHAKE THE WORLD!

SHAKE THE WORLD!
GF!ers, percaya nggak kalo Yesus itu ngajarin kita buat jadi pemberontak? Eits, tenang, jangan protes dulu, ato jangan langsung salah sangka. Yang GF! maksud, Yesus itu ngajarin kita buat jadi pemberontak ama dunia. Selama hidupNya di bumi yang cuman 33,5 taon itu Dia kasih teladan ama kita supaya ‘memberontak ama dunia’. Nah sebagai anak-anakNya kita juga mesti mengikuti jejakNya, jadi ‘pemberontak ama dunia’.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Tapi sebelumnya, kita mesti tau dulu, apa sih ‘dunia’ yang Yesus maksud itu. Dunia yang Yesus maksud itu sebenarnya bicara soal cara pandang, cara hidup en segala macam hal yang ada di bumi ini, yang nggak sesuai ama Firman Tuhan. Tapi kita juga mesti ati-ati soalnya ada banyak hal yang keliatannya baik, en sempurna tapi nggak sesuai ama Firman Tuhan. En ada banyak hal yang kayaknya nggak menyenangkan, tapi sebenarnya sesuai ama Firman Tuhan.

“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” (I Korintus 10:3-5)

Nah tugas kita, yang ngakunya anak Tuhan, yang katanya mo ikut teladan Tuhan, adalah, jangan pernah ikutan jadi sama kayak dunia ini. Kita emang masih hidup en tinggal di dunia, tapi bukan artinya terus kita setuju ama semua yang ada di dunia. Kita mesti berani kayak Yesus. Dia nggak takut bilang salah, kalo emang itu salah. Ato Dia juga nggak takut melakukan kebenaran walopun Dia tau semua orang nggak setuju ama Dia. Ini yang disebut jadi pemberontak sama dunia. Tapi kita juga mesti siap sama konsekuensinya. Kita bakal dibenci ama banyak orang. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” (Yohanes 15:18).

Guys, buat jadi pemberontak atas dunia itu nggak gampang, soalnya kita bakal kalah jumlah dibandingin orang-orang lain yang mendukung dunia. Tapi jangan takut , terus maju aja, en lakuin apa yang kita tau itu benar. Karena itu juga yang Yesus lakuin. “…sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (I Yohanes 5:4)

Kita bukan dari dunia, itu yang Yesus bilang sama Bapa, “Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” (Yohanes 17:16). Kita ini semacam ‘alien’, tapi bukan dari planet lain atau UFO, tapi ‘alien from heaven’. Karena rumah kita sebenernya adalah surga, bumi ini hanya tempat persinggahan, sama kayak yang dikatakan dalam Ibrani 11:13-16 “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.”

Ada dua cara buat kita jadi pemberontak yang ‘mengguncang dunia’: (1) Dengan nggak ngikutin cara dunia, (2) dengan melakukan cara yang lebih baik dari dunia. Cara pertama seperti yang dibilang diatas, kita harus berani buat bilang ‘nggak’ sama dosa yang biasa dunia lakukan. Mungkin bagi dunia hal itu bukan ‘dosa’ karena mungkin semua orang ngelakuinnya, dan waktu kita menolak untuk kompromi, maka dunia bakalan bilang kita ini ‘aneh’. Mungkin kita bakalan dikucilin atau dipandang sebelah mata… its okay, itu harga yang harus kita bayar. Kita harus lebih mencintai Tuhan daripada dunia ini, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (I Yohanes 2:15). Menjadi sahabat Allah lebih tinggi dan lebih berharga daripada apapun, “…Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4). Jangan sampe kita kehilangan Tuhan hanya karena ingin sesuatu yang nggak kekal, karena…“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” (Markus 8:36).

Untuk cara yang kedua, kita harus melakukan segala sesuatu dengan cara yang jauh lebih baik daripada yang dunia lakukan. Kalo dunia dapet nilai A, maka kita harusnya punya nilai A+, atau A+++++ sekalian! Buat lebih jelasnya, GF! bakalan bahas soal ini di edisi Juni 2008 alias edisi ulang tahun mendatang. Jangan takut, Tuhan bilang kita lebih daripada pemenang dan Yesus telah mengalahkan dunia ini, ”Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yohanes 16:33).

Jadilah orang yang menjungkir-balikkan dunia. So, let’s be like Jesus. Turn the world upside down. “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia (turned the world upside down, -KJV) telah datang juga ke mari” (Kisah Para Rasul 17:6)

Untuk artikel lengkapnya, dapatkan di edisi cetak. Hubungi: info@getmedia-online.com

COVER #88, EDISI MARET 2008


MASA DEPANMU BUKAN TARUHAN!

“Ah gua mau masuk jurusan kedokteran aja, soalnya jadi dokter itu jaminan kaya raya!”
“Kalo gua sih mau masuk jurusan seni deh, soalnya banyak temen gue yang masuk ke situ juga!”
Lho, nentuin masa depan kok gambling sih. Masa depan kita jangan dijadiin taruhan kayak judi dong. Kita harus tau apa yang kita mau dan tau apa yang Tuhan mau. So... siap nentuin masa depan kita?
(dp, bea, F!)

MO JADI APA GUE NANTI YA...
STOP! Berenti dulu bacanya! Jawab dulu pertanyaan ini: ‘Apa kita udah tau mo jadi apa kita nanti?’ Kalo udah tau, silakan lewat aja, gak usah dibaca artikel ini. Kalo belum tau mo jadi apa nanti, kamu wajib baca artikel ini.

Kebanyakan anak muda kalo ditanya ‘mo jadi apa nantinya?’ Jawaban yang paling sering kita dengar itu kayak gini, ‘Errr...gak tau.’ Ato ‘Liat aja nanti.’ Cuma sedikit banget anak muda yang tau pasti mo jadi apa nanti kalo udah dewasa. Padahal penting banget lagi buat kita tau bakal jadi apa kita nanti (minimal kalo belum tau bakal jadi apa, kita udah punya gambaran, kita bakal jadi apa) ato bahasa kerennya kita tau panggilan dan tujuan hidup kita.

Kalo kita tau apa panggilan dan tujuan hidup kita, kita bisa persiapin diri kita lebih baik lagi. Kita bisa bikin rencana sekolah mana yang bakal kita masukin, sama siapa kita harus bergaul, kemampuan apa lagi yang mesti kita punya, jadi kita gak bakal buang-buang uang en waktu buat lakuin sesuatu yang gak perlu. Salah satu orang yang menurut GF! patut dijadiin teladan soal tau panggilannya itu Paulus.

Paulus itu orang yang tau pasti apa panggilannya. En karena dia tau apa panggilannya, dia tau langkah-langkah apa yang mesti dia lakuin supaya dia bisa mencapai panggilannya itu. Makanya dia bisa bilang begini, ‘Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul’ (1 Korintus 9:26), soalnya dia emang tau apa yang dia lakuin.

Gimana bisa tau panggilan dan tujuan hidup kita?
Kalo kita udah sadar pentingnya mengetahui panggilan kita, langkah selanjutnya kita mesti tau gimana caranya kita bisa tau apa panggilan kita. Tapi sebelumnya kita juga mesti tau kalo buat setiap kita, Tuhan udah punya rencana masing-masing yang khusus en spesial. Rencana Tuhan buat kita en adik atau kakak kita juga gak bakalan sama. Karena tiap orang itu unik di mata Tuhan en Tuhan punya rencana masing-masing buat kita.

Sekarang gimana kita bisa tau apa panggilan kita? Satu hal yang pasti jawabannya T2 alias Tanya Tuhan, hehe. Karena Tuhan yang tau rencana apa yang Dia punya buat kita, makanya biar tau apa tujuan hidup kita, ya tanya Tuhan. Yang jadi masalah gimana caranya kita tanya Tuhan? Emang kita bisa liat Tuhan? Emang Tuhan bisa bicara sama kita?

Kita emang gak bisa liat Tuhan. Tapi bukan artinya kita gak bisa tanya sama Tuhan. Kita bisa selalu tanya Tuhan lewat doa. Terus yang jadi masalah kedua, kalo kita gak bisa liat Tuhan, gimana kita bisa tau jawaban Tuhan? Jawabannya ada di:

“Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.” (Ayub 33:14)

Tuhan itu bisa bicara. Cuma caranya Dia bicara kadang itu gak langsung. Ada beberapa orang yang dikasih karunia bisa denger suara Tuhan secara langsung, tapi Tuhan kebanyakan bicara lewat orang lain. Bisa lewat orang tua, teman, pembimbing rohani, pendeta, dll.

Yang jadi pertanyaan berikutnya gimana kita tau ini suara Tuhan ato bukan. Cara paling gampang, hati kita bakal memberi kesaksian kalo itu adalah suara Tuhan. Seperti kata Paulus juga, “Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus” (Roma 9:1)

Waktu kita lagi bingung ini suara Tuhan ato bukan, dalam hati kita bakal ada satu suara kecil yang bakal kasih tau kita. itu suara hati kita. Suara yang paling jujur. So, kalo udah denger suara hati, ikutin aja, karena dia yang bakal bawa kita ke jalan yang benar.

Oh ya satu lagi, kalo ngomongin panggilan, jangan terus mikir kalo panggilan kita itu harus selalu sesuatu yang kayaknya ‘rohani’ (misalnya jadi hamba Tuhan, atau misionaris, atau pendeta, dsb). Kadang panggilan kita malah keliatannya gak ‘rohani’ sama sekali. Gimana kalo Tuhan memutuskan untuk memanggil kita jadi tukang roti? Ato bintang film? Ato apapun juga yang kayaknya gak rohani sama sekali? Still, itu panggilan Tuhan buat kita en kita wajib menjalankannya sepenuh hati.

It’s a process
Guys, kadang buat bisa tau apa panggilan kita butuh waktu yang lama. Bisa jadi waktu kita harus mutusin mo kuliah ke mana ato mo kerja apa, kita masih belum tau apa panggilan kita, padahal ‘kan kalo udah tau panggilan kita, bakal lebih mudah milihnya. Nah kalo kasusnya kayak gini, pilihlah sesuai dengan sesuai sama minat kita. Nah kalo nanti di tengah jalan kita tau panggilan kita, baru kita bikin strategi gimana memenuhi panggilan itu. Seperti kata Ps. Roberts Liardon juga, ‘Preparation never lost time’ (gak ada kata terlambat buat persiapan)

Amphibi
GF!ers tau kan binatang amphibi? Itu tuh binatang yang bisa hidup di air sama di darat. You know what, kadang dalam menjalani panggilan hidup kita, kita juga perlu jadi amphibi. Maksudnya? Bisa jadi kita terpanggil jadi seseorang, tapi di saat yang sama kita juga punya profesi lain. Biar gampang, GF! kasih contoh Paulus. Paulus punya panggilan jadi misionaris, tapi dia juga punya profesi lain jadi pembuat tenda.

So, gak dosa kok kalo mo punya profesi lain di luar panggilan kita, malah banyak orang yang kayak gini. Tapi kita harus ingat kalo mo punya profesi lain di luar panggilan kita, kita harus pastiin kalo profesi lain itu gak bakal menghalangi panggilan kita, malah harus bisa mendukung panggilan kita. Kayak Paulus jadi pembuat tenda ‘kan biar bisa membiayai pelayanannya. Yang kedua mesti kita ingat, panggilan kita tetap nomor satu, jadi jangan sampe kita keasyikan kerja sampe lupa sama panggilan kita.

KITA SEMUA ITU MISIONARIS LOH...
Sttttt... GF! mo kasih tau satu rahasia. Dengerin baik-baik ya. Kita semua, mo apapun panggilan kita (mo yang ‘kesannya’ rohani or gak) adalah misionaris. Mungkin GF!ers pernah denger istilah misionaris, en yang langsung kebayang adalah orang yang pergi ke . daerah pedalaman buat memberitakan Injil. Itu gak salah, cuma baru setengah benar. Sebenarnya kita semua itu adalah misionaris, karena definisi misionaris itu ‘kan orang yang memberitakan kabar keselamatan, en semua kita tanpa terkecuali dipanggil buat menyebarkan Injil sama semua orang, bukan sebagian orang aja, karena itu Amanat Agung Tuhan Yesus buat kita semua.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19)

PASSION
Selain tau tujuan hidup, kita harus punya passion dalam apa yang kita kerjakan (sekarang ataupun nanti). Apa itu passion? Passion disini mungkin bisa diterjemahin jadi hasrat, gairah atau semangat. Menurut Barbara De Angelis, Ph.D seorang penulis buku-buku bidang hubungan antar manusia dan pertumbuhan pribadi, “Rasa lelah berkepanjangan, depresi, khawatir sampai kecanduan sesuatu, semuanya merupakan tanda yang jelas dari orang yang frustasi karena tidak merasa benar-benar hidup. Ketika bekerja, mereka melakukannya cuma demi mendapatkan penghasilan saja (just make a living). Padahal keinginan untuk bisa merasakan passion bersifat universal dan mendasar. Sebagai manusia, kita selalu ingin merasakan saat-saat ajaib ketika kita dihanyutkan dan bebas dari rutinitas serta ketegangan yang melanda kita setiap harinya; suatu kehidupan yang penuh semangat dan sangat hidup.”

Passion lahir dari yang namanya komitmen. Ketika kita berkomitmen pada sesuatu, baik itu mimpi, kepercayaan atau hubungan, maka kita akan memiliki passion terhadap hal tersebut. Nah, pertanyaannya, apakah kita bisa punya passion jika kita (terpaksa) berkomitmen terhadap sesuatu yang nggak kita sukai?

Menurut Rick Warren dalam “The Purpose Driven Life”, resep terbaik buat bisa punya passion adalah dengan punya tujuan. “Tujuan selalu melahirkan passion. Sebaliknya, passion akan memudar dan hilang jika kita kehilangan tujuan. Jika pekerjaan kita terasa tidak berarti dan tanpa tujuan yang jelas, sekedar bangkit dari tempat tidur pun dapat menjadi hal yang sangat berat dan membuat kita stress. Karena itu, tragedi terbesar dalam kehidupan bukannya kematian, tapi ketika kita hidup tanpa tujuan.” kata Rick Warren yang juga pernah menulis kalo semua orang sukses yang memberi dampak pada dunia adalah mereka yang punya passion dalam hidupnya (passionate people).

9 Tips Untuk Menemukan Passion
Passion merujuk pada hal-hal yang paling kita minati, sesuatu yang membuat kita sangat bersemangat. Setiap orang pasti punya passion, yang dapat menjadi landasan buat kita mulai mengarahkan hidup agar sesuai dengan rencana Tuhan. Passion ini bersifat unik dan diberikan secara eksklusif oleh Tuhan pada kita. Untuk mengetahui passion kita dan terus menemukan tujuan hidup kita, ada 9 cara simple, yuk ikutin!

1. Berdoa
Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menemukan tujuan hidup kita adalah dengan berdoa. Bilang sama Tuhan kebingungan kita akan masa depan dan tujuan hidup. Bilang sama Tuhan kalo kita siap buat memulai hidup yang sesuai dengan rencanaNya. Minta agar Tuhan nunjukkin jalan yang jelas supaya kita nggak ragu-ragu lagi buat melangkah maju.

2. Selidiki hobi
Pikirkan semua hal yang kita sukai, cacat di kertas. Hobi apa yang kamu sukai? Otomotif? Memelihara binatang? Menggambar? Olahraga? Catat, lalu bilang sama Tuhan betapa kamu menyukai hobi-hobi itu. Siapa tau Tuhan bakalan ngingetin kamu tentang tujuan hidupmu dari hobi itu.

3. Buku atau majalah apa yang kamu sukai?
Kalo kamu mampir ke toko buku, atau lewat di konter majalah, majalah atau buku apa yang secara otomatis akan menarik perhatian kamu? Bagian apa dari buku atau majalah tersebut yang akan kamu cari? Buku Psikologi? Politik? Majalah musik? Atau komik manga? Catat lagi seperti diatas. Perhatiin, apakah daftarnya punya kesamaan? Apakah juga ada kesamaan dengan poin 2?

4. Acara tipi atau film tentang apa yang kamu suka tonton?
Kalo kamu pegang remote tipi, acara apa yang kamu cari? Kalo kamu pergi ke bioskop, film apa yang kamu pilih? Apakah ada kesamaan jenis dengan apa yang udah dicatat tadi? Pikirin kenapa kamu suka jenis acara kayak gitu. Misalnya kamu suka nonton Planet Animal, ...hmm mungkin karena kamu suka atau bermimpi hidup di alam bebas.

5. Apa yang orang lain bilang tentang kamu?
Sering kali kita gak bisa melihat apa yang baik dalam diri kita karena kita terlalu dekat buat bisa memperhatikannya. Atau seringkali kita menganggap bakat kita itu sesuatu yang biasa-biasa saja, padahal bagi orang lain itu adalah sesuatu yang luar biasa. Coba tanyakan pada orang lain hal apa yang istimewa dari diri kamu, lalu catatkan.

6. Apa yang kamu gemari waktu kecil?
Ayo kilas balik. Inget-inget saat kamu masih senang main kelereng, rumah-rumahan, atau boneka. Hal-hal yang kita sukai pada waktu kecil bisa jadi petunjuk buat nemuin tujuan hidup yang Allah siapkan. Soalnya, pada waktu kecil kita biasa melakukan apa yang kita sukai secara murni, tanpa berpikir tentang ‘harusnya… atau sepantasnya…”

7. Apa yang membuat Anda bersemangat?
Hal apa yang paling suka kamu omongin dengan semangat en tanpa ngerasa lelah? Musikkah? Film? Politik? Oprah Winfrey sangat bersemangat kalo udah ngomong was-wes-wos. Dia gak kepikiran kalo apa yang dia sukai bikin dia populer en membuat dia jadi milioner. Kalo kita semangat dalam melakukan apa yang kita lakukan, uang bakalan ngikutin dengan sendirinya kok.

8. Apa keahlianmu?
Perhatikan hal-hal apa sajakah yang kamu mengerti lebih jauh dibanding teman-teman yang lain. Kamu bisa menggambar dengan bagus. Atau mengerti mesin motor. Atau cepat dalam menghitung. Catat dan renungkan.

9. Organisasi atau kelompok minat apa yang kamu sukai?
Kalo kamu diminta buat milih organisasi, kelompok minat, klub, atau asosiasi secara sukarela, apa yang akan kamu pilih? Apakah pecinta alam lantaran kamu suka bermain di alam? Atau pecinta buku? Atau klub otomotif? Bikin daftar klub-klub yang kamu sukai dan catatkan misinya.

Disadur dari tulisan Dawn Fields, seorang trainer dan pembicara yang banyak mengajar di gereja-gereja di Amerika tentang bagaimana menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan rencanaNya dalam pekerjaan sehari-hari.

GUE KULIAH APA YA...?
Andina lagi bingung mo masuk kuliah jurusan apa. Dia pengennya sih masuk jurusan seni tapi teman-temannya kebanyakan masuk teknik, kalo orang tuanya pengen dia masuk kedokteran. Jadi harus pilih yang mana? Pusing deh... (dapatkan artikel lengkapnya di edisi cetaknya, hubungi info@getmedia-online.com)

COVER #87 EDISI FEB 2008


KAPAN KUPUNYA PACAAAAR??!!

Dan 28 Pertanyaan Lainnya Seputar Cinta Dan Pacaran!

Kapan gw bisa punya pacar? Boleh nggak punya pacar beda iman? Apakah cinta sejati itu ada? Boleh nggak cewek nembak duluan? Ratusan pertanyaan seputar cinta en pacaran pernah masuk ke kotak surat GFRESH!, dan kini dalam rangka memeriahkan bulan berwarna pink, GFRESH! menyusun 29 pertanyaan (dan jawabannya juga dong!) dari remaja, itung-itung sehari satu kali nanya selama bulan ini. Let’s get it on! (dp/F!)

1. Apa itu pacaran? Boleh nggak sih anak Tuhan pacaran?
Yaa boleh laaah! Tapi kita juga mesti tau dulu, definisi pacarannya itu apa dulu. Pacaran itu bukan sekedar jalan bareng, kemana-mana bareng, pokoknya selalu duaan. No, pacaran, itu lebih dari itu.

Di Alkitab emang nggak ada istilah pacaran. Pacaran atau kencan (dating) adalah rangkaian kegiatan sepasang sejoli mulai dari perkenalan yang mendalam sampai masuk ke jenjang pernikahan. Para hamba Tuhan sepakat kalo yang namanya pacaran itu sama dengan masa pranikah. Artinya kita pacaran karena kita berpikir untuk menikah. Pacaran bukan cuman sekedar main-main, sekedar biar ada teman curhat, ato biar nggak ketinggalan jaman, kayak teman-teman yang lain. Tujuan pacaran adalah buat mengenal pribadi pasangannya (pandangan, karakter, selera dsb), tapi ingat bukan fisik!

Terus gimana dong kalo sekarang kita udah keburu pacaran, padahal kita masih sekolah en nggak mungkin menikah dalam waktu dekat? Ya udah, ngomong baik-baik sama pacar kita tentang tujuan pacaran, en jelasin kalo hubungan pacaran kita sebaiknya jadi temenan aja. Udah gitu jangan terus jadi putus hubungan. Tetap jaga hubungan, tapi sifatnya teman aja, bukan pacar lagi.

2. Apaan tuh pasangan yang sepadan?
Firman Tuhan bilang di Kejadian 2:18. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.". Sepadan bisa berarti:
a. Sepadan bisa berarti seiman (2 Korintus 6:14).
b. Sepadan bisa berarti sama-sama melayani Tuhan.
c. Sepadan bisa berarti punya satu visi.

3. Gimana cari pasangan hidup dari Tuhan?
Istilah PH dari Tuhan itu bisa punya tiga arti. 1) ada orang tertentu yang sama Tuhan udah ditetapin jodohnya sama si anu en orang itu nggak bisa nolak, tapi ini jarang banget. 2) Tuhan nyiapin beberapa orang calon buat kita en nyuruh kita milih sendiri mana yang cocok sama kita, cara ini sering terjadi. Atau 3) Tuhan kasih kita kebebasan penuh buat cari PH en Dia setuju aja asal pilihan kita itu sesuai sama standarNya, dan kita berkomitmen untuk mencintainya. Nah ini yang paling sering kejadian. Dari tiga definisi tadi mana yang artinya PH dari Tuhan? Ya tiga-tiganya. Mana yang lebih baik? Tiga-tiganya. (Lihat ‘Menemukan Pasangan Dari Tuhan’)

4. Kapan kupunya pacar?
Gw nggak mau jomblo forever! Tolong dong! Semua temen-temen gw udah punya pacar! Jomblo is suck! Jangan dulu nuduh sembarangan! Jadi jomblo siapa tau jadi berkat buat kamu, yang penting harus diperhatiin kalo masih ngejomblo adalah:
- Masih single itu bukan sesuatu yang jelek, kok. Nggak punya atau belon punya pacar nggak berarti kamu ketinggalan jaman, nggak laku, masa depan kelam, dsb. Lagian daripada buru-buru dan salah milih, mendingan juga kita sabar, ngabisin waktu buat hal-hal yang positif. Kita bisa lebih konsentrasi sama apa yang kita mau capai bersama Tuhan dalam hidup ini lebih lagi. Pokoknya jangan pusing deh soal belon ketemu jodoh.
- Jangan jadi orang yang sukanya liat masa lalu doang! Kerjanya cuman mengeluh, menyesali apa yang udah terjadi. Masa Lalu bukan buat diratapi. Kita harus bisa mengambil pelajaran dari semua yang udah lewat. Masa lalu itu nggak akan merusak masa depan kita kalo kita mau memperbaiki apa yang salah dan menjaga apa yang baik. Tapi masa lalu bisa merusak masa depan kita, kalo kita nggak bisa keluar dari bayang-bayangnya, baik itu keberhasilan maupun kegagalan.
- Think positive. Orang yang berhasil adalah orang yang nggak takut sama yang namanya kegagalan. Ditolak cinta mulu? Maju terus sampe akhirnya meraih keberhasilan. Nggak usah dibesar-besarin sampe jadi trauma segala.

5. Apa syaratnya gw boleh pacaran?
Satu pertanyaan yang paling suka ditanyain sama anak muda adalah ‘kapan dong gue boleh pacaran?’ Jawabannya tergantung sama diri kita sendiri. Apa kita udah siap pacaran apa belum? Inget loh pacaran itu bukan cuman maen-maen, ato sekedar cari teman doang. Pacaran itu tujuannya married. Jadi kita butuh persiapan yang matang banget kalo mo pacaran. Nah supaya jelas, GF! kasih beberapa ‘syarat’ umum yang harus dipunyai orang yang mo pacaran.
a. Dewasa. Kedewasaan itu bukan masalah umur, tapi masalah cara pikir. Bisa jadi umurnya masih muda, tapi cara pikirnya dewasa. Ato bisa jadi kebalikannya, umurnya udah tua, tapi kayak anak kecil. Kalo kita mo pacaran, pastiin dulu kita udah dewasa (secara mental en rohani ya). Kenapa kedewasaan itu penting? Soalnya, waktu pacaran, kita bakal ketemu banyak masalah. Mulai dari penyesuaian gaya hidup, perbedaan pendapat, dll. Semua itu harus ditanggapi secara dewasa, kalo nggak bisa putus di tengah jalan deh. Makanya ada beberapa hamba Tuhan yang baru ngeluarin ‘surat ijin pacaran’ ke jemaatnya kalo udah umur 21, karena pas umur segitu, biasanya (nggak semua loh) orang udah dewasa.
b. Bebas dari luka batin. Orang yang masih punya luka batin, misalnya kepahitan ama ortu, ato ama mantan pacar, ato kepahitan ama lawan jenis, bisa bikin masalah dalam pacaran. Soalnya orang kayak gini bisa ‘menularkan’ luka batinnya ke pacarnya. Nggak cuman itu aja, orang yang punya luka batin bakal bikin pacarnya susah, karena harus ekstra hati-hati (soalnya orang kayak gini gampang banget terluka hatinya). Makanya sebelum mulai pacaran pastiin kita udah bebas dari semua luka batin kita. Caranya gimana? Minta Tuhan nyatain sama kita apa aja luka batin yang ada dalam diri kita en minta Dia sembuhin kita.

6. Emang kenapa kalo masih kecil udah pacaran?
Pacaran dini, itu kali istilahnya ya? Hehe. Kayak gini rawan merugikan diri sendiri dan orang lain. Ungkapan ‘pacaran bisa meningkatkan prestasi di sekolah’ itu cuman alasan doang. Yang terjadi malah nilai pada jeblok, apalagi pas lagi ada masalah. Mana hubungan pertemanan dengan teman lain jadi terganggu (mau nggak mau lho!) lantaran pasti pengennya eksklusif en menyendiri bareng pacar, padahal pertemanan masa remaja itu sangat berarti, jangan sampe kehilangan deh. Lagipula, emosi masa remaja belum stabil, nanti malah timbul cemburu buta, egoisme dsb.

7. Gimana caranya kita (cowok) sukses menyatakan cinta?
Kita harus belajar! Soalnya cewek nggak terlalu suka sama cowok yang nggak pede. Kalo Saykoji bilang, cewek lebih suka belajar makanya lebih banyak majalah cewek daripada majalah cowok. Banyak ngobrol deh sama orang-orang yang bisa kasih masukan, banyak baca buku kepribadian supaya kamu bisa lebih pede. Jangan kuatir, biasanya itu hanya karena cara berpikir yang salah tentang diri kita, tentang cewek, dsb. Kamu bisa berubah kalo kamu mau. Kamu bisa jadi cowok yang OK, asal kamu mau belajar buat ngembangin diri. (Lihat tips nembak)

8. Cari pacar lewat internet, boleh nggak?
Internet cuma media. Tentu saja boleh mencari pasangan lewat internet atau biro jodoh atau apapun. Yang pasti tentunya jangan pacaran di internet mulu, alias harus ketemu dan menjalin pertemanan di dunia nyata setelah berkenalan di internet, karena biasanya media internet rawan kebohongan, ngakunya single padahal udah punya anak, ngirim foto diri padahal foto Tom Cruise.

9. Boleh nggak cewe nembak cowo?

Untuk artikel selengkapnya, dapatkan di edisi cetaknya. Untuk berlangganan klik disini

COVER #86 EDISI JANUARI 2008


KARAKTER

“Kamu harus punya karakter!”
Hehe, sebenernya kalimat uitu rada-rada rancu, karena semua orang pasti punya karakter. Hanya saja punya karakternya buruk atau baik. En biasanya kita bingung, sebenernya karakter itu apaan sih? En gimana membentuk karakter yang baik? Kenapa karakter itu penting? Apakah karakter bisa diubah? Well, baca terus deh!
(dp/F!)

Tiga sekawan
Taukah kamu, tiap kita punya yang namanya temperamen, karakter dan kepribadian. Wah, apa bedanya tuh?

1. Temperamen adalah kombinasi dari sifat-sifat yang kita bawa sejak lahir. Dibagi jadi empat macam yakni Sanguin, Kolerik, Melankolis dan Plegmatis. Tidak ada temperamen yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya, semua ada kelemahan dan kelebihannya. Kita harus pintar-pintar untuk mengendalikannya. Temperamen yang baik adalah temperamen yang sudah bisa dikendalikan oleh Roh Kudus. Kalo kamu pengen lebih jelasnya or pengen tau temperamen apakah yang kamu punyai, kamu bisa pelajari di buku-buku tentang temperamen atau personality, salah satunya adalah: Personality Plus, atau Temperamen Yang Dikendalikan Roh atau Temperamen yang Diubahkan (Tim La Haye).

2. Karakter adalah kombinasi dari temperamen dan kebiasaan yang kita lakukan. Karakter adalah diri kita yang sebenernya. Karakter yang baik adalah gabungan dari tempeamen yang sudah dikendalikan oleh Roh dengan kebiasaan baik yang kita punya serta latihan-latihan yang kita lakukan. So, membentuk karakter adalah penting!

3. Kepribadian adalah ekspresi yang keluar dari kita, alias wajah kita. Kepribadian kadang memang keluar sebagai manifestasi dari karakter kita yang sebenernya, tapi kadang juga hanya topeng doang, alias boongan. Diri kita sebenernya adalah karakter yang kita punya.

KEBIASAAN
“Kok dia bisa ya bangun sepagi itu hanya buat membaca buku?”
“Walah, kok kamu bisa sih cuma makan sayuran?”
“Ck-ck-ck, keren banget sih maen gitarnya? Andai gue beisa kayak gitu!”

Pernah gak kita ngerasa amaze en terperangah en tergebog-gebog en gak habis pikir ngeliat temen kamu, or guru kamu, or tokoh yang kamu kagumi bisa ngelakuin sesuatu yang menurut kamu amazing banget? Ada satu fakta yang mengatakan kalo orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang membangun suatu rangkaian kebiasaan. Kamu juga bisa melakukan semua yang orang lain lakukan, caranya: bangun kebiasaan, bukan tergantung orang lain.

Untuk membentuk karakter yang baik, sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang kita punya atau yang akan kita kembangkan. Kebiasaan adalah suatu tindakan atau pola tingkah laku yang dilakukan secara otomatis, berulang dan sering kali gak disadari. Itu karena dilakukan berdasarkan pengalaman atau latihan sebelumnya. Biasanya, pemberian upah atau penghargaan akan membentuk kebiasaan. Setelah kebiasaan terbentuk, maka gak perlu lagi upah/penghargaan. Kebiasaan gak timbul sejak kita lahir. Dan kebiasaan baik bukanlah suatu keterampilan yang bisa kita bentuk seenaknya, tapi suatu pola yang harus kita kerjakan, melalui latihan berulang-ulang sampai menjadi tindakan yang alami.

Tips melatih kebiasan baik:
1. Tentukan rutinitas yang akan kita ubah. Misalnya olahraga, makan sayur, minum air putih, menulis blog tiap hari, dsb.
2. Siapkan waktu yang cukup untuk melakukannya. Menurut Dr. Maxwell Maltz, butuh waktu rata-rata 3 minggu melakukan sesuatu setiap hari untuk membentuk sebuah kebiasaan.

Tips membuang kebiasaan buruk
1. Buatlah keputusan utnuk berhenti dari kebiasan buruk kamu, misalnya kebiasaan merokok, tidur malam, jorok dsb
2. Tegaskan. Kamu bisa tulis penegasan-penegasan tentang kebiasaan buruk itu, misalnya ‘aku harus berhenti merokok agar terhindar dari penyakit paru-paru, dsb.
3. Bicara pada diri sendiri. Ucapkan komitmen dan penegasan yang udah kamu buat. Misalnya ‘aku akan berhenti merokok, karena bla-bla-bla’. Hal ini dapat memprogram otak kita. Ucapkan beberapa kali sehari.

Kalo kita punya kebiasaan buruk, maka akan sangat sulit untuk mengusirnya. Jauh lebih mudah jika hal itu belum menjadi kebiasaan. Kalo kebiasaan buruk itu sudah tinggal di dalam kita, hal itu akan menjadi bagian dari kita. Semakin kita mencoba melepaskannya, biasanya malah semakin mencengkram kita. satu-satunya cara untuk melepaskannya adalah dengan cara menggantikannya dengan kebiasaan baik.

Steven R. Covey dalam bukunya 7 Kebiasaan Efektif, menjabarkan 7 kebiasaan baik yang akan membawa kita pada kesuksesan. Apa sajakah itu?
1. Bersikap positif. Jadilah orang yang proaktif yang berpikir berdasarkan nilai-nilai, bukan perasaan.
2. Mulailah dengan menetapkan tujuan akhir
3. Dahulukan yang penting.
4. Berpikirlah ‘sama-sama menang’ dengan orang lain.
5. Cobalah untuk mengerti, lalu baru untuk dimengerti
6. Sinergi, membangun kekuatan untuk mengatasi kelemahan.
7. Asah gergajimu, tingkatkan kemampuanmu.

“Pertama-tama, kamu membentuk kebiasaan kamu. Setelah itu kebiasaan kamulah yang akan membentuk kamu.”

“Semakin sulit sesuatu hal dikerjakan, semakin sulit hal itu ditinggalkan. Semakin mudah sesuatu hal dikerjakan, semakin sulit hal itu diubah.”

“Kebiasaanmu adalah pelayan yang baik, atau tuan yang paling buruk”

Aku adalah sahabatmu. Aku merupakan penolong terbaikmu atau beban terberatmu. Aku dapat mendorongmu menuju kesuksesan atau menarikmu menuju kehancuran. Tunjukkan kepadaku apa yang harus aku lakukan dan dengan beberapa kali latihan aku secara otomatis akan melakukannya. Aku bukanlah mesin, tapi aku bekerja dengan teliti seperti sebuah mesin dengan intelegensi manusia. Ambilah aku, latihlah aku, dan perlakukan aku dengan tegas dan aku akan meletakkan dunia di bawah kakimu. Jangan pedulikan aku, maka aku akan menghancurkanmu. Aku adalah KEBIASAANMU.

KARAKTER
Istilah karakter mungkin gak terlalu familiar buat kita, di Alkitab terjemahan baru terbitan LAI juga gak ada istilah karakter, di gereja khotbah tentang karakter juga jarang kita dengar, padahal yang namanya karakter itu penting banget loh. Saking pentingnya, karakter itu bakal menentukan kesuksesan kita, secara rohani en jasmani. Tapi sebelum kita bahas kenapa karakter itu penting en gimana caranya punya karakter yang baik, kita harus tau dulu apa sih karakter itu.

Agak susah ya buat mendefinisikannya, soalnya karakter itu abstrak banget. Tapi singkatnya, karakter itu bisa dibilang siapa diri kita sebenarnya. Maksudnya karakter itu adalah inti dari diri kita. Karakter itu kayak harta karun yang tersembunyi di dalam diri kita. Gak ada yang tau kayak gimana bentuknya ato siapa yang naroh karakter di sana. Tapi yang pasti karakter itu emang tersembunyi. Adanya di dalam diri kita yang paling dalam. Dimana tempat pastinya gak ada yang tau, gimana bentuknya gak ada yang tau. Gimana cara kita menjalani hidup kita nunjukkin gimana karakter kita. Karakter itu bakal nunjukkin siapa sih kita sebenarnya. Itu kata Pdt. Leonardo A Sjamsuri.

Tiap orang bisa punya karakter yang beda-beda tergantung sama sifat bawaan/temperamen yang dibawa en gimana kebiasaan dia melakukan sesuatu. Cara tiap orang melakukan sesuatu bisa beda-beda tergantung sama daerah, en keluarga tempat dia dibesarin. Jadinya gak heran kalo kita liat orang yang punya hubungan darah (misalnya kakak, adik, orang tua anak) ato asalnya dari satu daerah yang sama biasanya punya karakter yang sama juga. Karena karakter itu emang bawaan juga. Yang jadi masalahnya gak semua karakter yang kita punya itu sesuai sama apa yang Tuhan pengen dalam hidup kita, makanya supaya kita bisa bertumbuh lebih dalam Tuhan, kita mesti punya karakter yang sesuai sama kehendak Tuhan.

KENAPA KARAKTER PENTING?
“The spirit of God can make us be in the top of mountain, but the character will make us still in there.” (Roh Tuhan bisa membuat kita berada di puncak gunung, tapi karakterlah yang akan membuat kita bertahan di sana). - Ps. Roberts Liardon

Mungkin GF!ers masih ingat ada banyak hamba Tuhan terkenal yang jatoh dalam dosa beberapa taun terakhir ini. Padahal mereka-mereka itu udah terkenal sebagai hamba Tuhan yang diurapi, tapi kenapa bisa jatoh dalam dosa, udah gitu dosanya juga gak terduga lagi? Jawabannya karena mereka gak membangun karakter yang baik.

Kalo kita punya karakter yang baik, Tuhan bisa kasih sama kita apa aja yang Dia mo en dijamin kita bisa handle semuanya. Ada banyak cerita di Alkitab tentang hamba Tuhan yang harusnya bisa dipake sama Tuhan luar biasa, tapi kisah hidupnya penuh kegagalan gara-gara karakternya jelek. Samson itu diurapi sama Tuhan luar biasa. Tapi sayang karakternya jelek, jadinya pelayanan dia malah jadi bumerang buat dirinya sendiri. Contoh laen, Salomo. Coba Salomo kurang diurapi apa? Punya hikmat, punya kekayaan, tapi sayang karakter Salomo jelek, harusnya kerajaannya gak harus pecah, tapi gara-gara karakternya yang jelek, kerajaannya harus pecah. Dari sini kita bisa liat kalo yang namanya karakter itu penting banget. Karena karakterlah yang Tuhan akan liat.

Untuk lengkapnya, kamu bisa dapetin di edisi cetaknya. Hubungi info@getmedia-online.com untuk berlangganan.

COVER #85 EDISI DESEMBER 2007


TUJUAN HIDUP KITA

Artikel berikut hanya sebagian dari majalahnya.

Jingle bells, jingle bells, jingle all the ways!
Merah padu padan hijau jadi warna resmi bulan desember. Penampakan kakek-kakek gendut berjenggot putih berkostum merah sambil ketawa-ketiwi tiba-tiba muncul di mana-mana. Natal telah tiba! Tuker kado. Musik. Pesta. Pohon terang. Drama natal. But, kita melupakan esensi dari natal itu sendiri, yakni TUHAN dan SALING MENGASIHI.
(dp/F!)

Bayangin di bengkelnya Tuhan. Tuhan sedang merancang manusia. Ada desain prototype cowok ada cewek. Ada yang tinggi ada yang pendek. Ada yang dirancang dengan dua bakat, adapula yang didesain dengan tujuh, delapan, bahkan seratus bakat. Kelak semua rancangan ini akan disatukan dalam satu tempat dengan satu tujuan. Apakah tujuannya?

Rick Warren dalam buku komunitasnya menyimpulkan kalo hidup manusia itu semuanya adalah tentang Tuhan, kasih dan membangun hubungan dengan Tuhan dan dengan orang lain. Bukan tentang mengejar harta, sukses, status, bahagia dsb, tapi tentang menjadi serupa dengan Dia, serupa dengan Tuhan yang adalah kasih. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (I Yohanes 4:8). Tuhan mengasihi kita begitu dalam dan tanpa syarat, makanya Dia pengen kita untuk belajar menyembahNya, membalas kasihNya, dan mengasihi orang lain.


WORSHIP
Sebelum kita belajar tentang mengasihi, kita masuk dulu ke dalam pemahaman tentang worship. Apakah worship itu? Apakah worship itu tutup mata, tangan terangkat, lalu nyanyi lagu mellow?

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)

Yang namanya penyembahan alias worship lebih dari sekedar nyanyi lagu bertempo rendah. Penyembahan bukan sekedar lagu ato suasana doang. Penyembahan adalah gaya hidup. Di Alkitab, kalo kita liat tiap kali ada orang yang lagi ‘menyembah Tuhan’ pasti dia sedang memberi persembahan. Bisa mempersembahkan binatang, sebagian dari hasil ladang mereka, ato uang. Malah kata penyembahan pertama kali disebutin di Alkitab waktu Abraham disuruh sama Tuhan persembahin Ishak. Dari sini kita bisa liat antara penyembahan en persembahan itu punya hubungan yang erat banget. Waktu kita sedang menyembah Tuhan, secara rohani kita seperti sedang memberi persembahan sama Tuhan.

MEMPERSEMBAHKAN TUBUH
Apa yang mesti kita persembahin sama Tuhan? Kambing? Domba? Sapi? Jaman sekarang, Tuhan gak nyuruh kita persembahin binatang lagi kayak dulu. Tapi dia nyuruh kita persembahin tubuh kita.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12:1-2

Inilah persembahan sejati yang Tuhan cari dari kita. Tapi gimana caranya persembahin tubuh? Jangan terus langsung ngebayangin bikin mezbah dari batu kayak di zaman Alkitab terus kita tidur di atasnya, siap buat dibakar sampe abis. Gak dong! Bukan gitu artinya mempersembahkan tubuh. Mempersembahkan tubuh artinya mempersembahkan semuanya buat Tuhan. Kita punya kerinduan buat memberikan semua yang kita punya sama Tuhan. Gak ada satu pun yang kita tahan-tahan, wong semua yang kita punya juga ‘kan punya Dia. Dan juga kita taat sama Tuhan. Di zaman Perjanjian Lama, orang mempersembahkan korban salah satunya karena mereka taat sama perintah Tuhan. Apapun yang Dia suruh, kita lakukan, itu juga artinya mempersembahkan tubuh.

Kenapa kita harus menyembah tuhan?

· Karena Dia layak disembah
"Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (Wahyu 5:12)

Dia adalah pencipta semua alam semesta yang luar biasa. Dia Allah yang besar en berkuasa. Dia penebus dosa kita. Dia juga merancangkan yang baik buat kita-kita. Ada alasan lain buat ngeyakinin elo-elo kalo Dia emang layak disembah?

· Karena Tuhan yang nyuruh
“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:10)

Loh emang Tuhan itu gila hormat apa sampe nyuruh kita menyembah Dia? Gak gitu lagi. Alasan kenapa Tuhan nyuruh kita menyembah Dia soalnya, Dia tau kalo kita, manusia itu, gampang banget menyembah sesuatu yang kelihatannya hebat. Padahal itu ‘kan sama aja dengan penyembahan berhala. En Tuhan paling benci sama penyembahan berhala, makanya Dia nyuruh kita menyembah Dia.

· Karena itu adalah tujuan Tuhan ciptain kita
“Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” (Yesaya 43:21)

Setiap ciptaan pasti dibuat dengan tujuan. Kita membuat kursi dengan tujuan spesifik: untuk tempat duduk. Begitu pula dengan manusia, ia dibuat untuk dapat menyembah penciptaNya, cuma manusia diminta buat menyembahNya gak kayak robot, ia punya kehendak bebas.

PENYEMBAHAN YANG SALAH
Kalo Tuhan bilang lagi mencari penyembah yang benar (Yohanes 4:23), artinya ada penyembah-penyembah yang salah juga. Kayak apa sih penyembah-penyembah yang salah? Yuk kita sama-sama liat, pelajari en jangan ditiru, tapi lakuin kebalikannya.

1. Menyembah yang bukan Tuhan
Menyembah yang bukan Tuhan itu bahasa Alkitabnya penyembahan berhala. Kita pasti udah sering dengar kalo yang namanya berhala itu bisa apa aja, mulai dari keluarga, hobi sampe uang, en orang-orang yang jadi idola kita. Yang jadi masalah kita sering tanpa sadar udah jadi penyembah berhala. Contoh aja, ada satu film di TV yang rame banget en kita pengen nonton, tapi pas jam itu sebenarnya kita harusnya ke gereja. Ujung-ujungnya kita SMS teman kita, kasih tau kalo gak jadi ke gereja en asyik nonton TV di rumah.

Ato contoh lain yang paling sering, kita jadi suka sama seseorang sampe kita tau semua tentang dia. Mulai dari tanggal lahir sampe kebiasaannya ngorok waktu tidur kita juga tau. Gak salah sih suka sama sesuatu ato sama seseorang, tapi kita harus bisa menempatkan semuanya di tempat yang tepat, jangan sampe kita bikin mereka sebagai berhala dalam hidup kita. Minta hikmat yang dari Tuhan supaya kita tau gimana menempatkan orang ato barang yang kita suka supaya jangan jadi berhala. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20:3)

2. Menyembah bukan dari hati
“Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan” (Yesaya 29:13)

Ini juga penyembahan yang salah. Penyembahan kita harusnya lahir dari hati kita, bukan sekedar kata-kata, ato akal-akalan kita doang, juga bukan kewajiban karena kita orang Kristen terus kita menyembah. Gak. Penyembahan itu bentuk ekspresi hormat kita sama Tuhan bukan kewajiban.

3. Munafik
Kalo yang satu ini lebih parah dari pada gak menyembah dari hati. Orang munafik itu sebenarnya sama sekali gak menyembah Tuhan, tapi keliatannya menyembah. Tuhan paling benci sama orang yang kayak gini. Orang kayak gini kalo di Alkitab kayak kuburan mewah yang keliatannya dari luar bagus, tapi dalamnya jelek. GF!ers jangan jadi orang munafik. Jangan menyembah Tuhan supaya diliat orang kayaknya rohani, padahal gak.

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.” Matius 23:27

Untuk artikel sepenuhnya, dapatkan majalahnya di friend@getmedia-online.com

COVER EDISI #84 (NOPEMBER 2007)


BERSAKSI, DUH SUSAH BANGET SIH!

Ambil hp kamu. Liat phone book di hp kamu sekarang. Ya, sekarang!
Liat lagi satu-satu nama-nama temen kamu yang tersimpan disitu. Berapa banyak dari mereka yang belum pernah mendengar tentang kebenaran Yesus Kristus?

Liat tetangga kita. Atau teman les kita. Atau temen sebangku kita di sekolah. Atau mungkin saudara kita. Atau temen-temen di friendster kita. Apa ada di antara mereka yang belum mengenal or bahkan nggak tau sama sekali tentang Tuhan Yesus? (dp/erl/F!)

MENJADI TERANG ADALAH ‘BERSAKSI’
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16)

GF! pernah mikir, apakah yang dimaksud dengan ‘terang’ dalam ayat diatas? Ada yang bilang, jadi ‘terang’ adalah ‘berbuat baik dan berpola hidup yang baik’. Apakah kalo kita bertingkah laku baik dan melakukan perbuatan baik itu berarti kita udah jadi ‘terang’? No! Ternyata tidak! Nah lho! Kalo kita liat di ayat tersebut, ‘terang’ bukanlah perbuatan baik, tapi berfungsi agar perbuatan baik yang kita lakukan bisa dilihat orang dan kemudian orang-orang itu bisa memuliakan Bapa/Yesus.

Jadi, ‘terang’ adalah: ‘bersaksi tentang Yesus’ atau ‘berbicara/memberikan informasi tentang Yesus’. Lho kok bisa? Gini, kalo kita berbuat baik (atau berpola hidup baik), Tuhan bilang kita nggak bisa berhenti disitu aja, tapi orang lain harus tau peruatan baik kita dan kemudian memuliakan Yesus karenanya. Nah gimana caranya orang lain tau dan kemudian memuliakan Yesus kalo kita nggak kasih tau (bersaksi/berbicara/memberikan informasi) tentang Yesus? Tul nggak?

Ayat diatas sering dijadiin dalih/alasan buat kita nggak bersaksi/menginjili. Kita biasanya berdalih kalo bersaksi itu nggak perlu lewat perkataan, cukup dengan perbuatan (ngaku deh, hehe). Ternyata, sebaliknya bo! Ayat ini justru adalah alasan buat kita wajib bersaksi (dengan perkataan/informasi).

Misalnya, kita ngelakuin kegiatan sosial dengan kasih makan gratis ke gelandangan. Apa kita udah jadi ‘terang’? Belum, kita baru ‘ngelakuin perbuatan baik’, si gelandangan itu hanya akan berterimakasih dan memuji kebaikan kita (bukan memuji kebaikan Tuhan Yesus!). Kita baru jadi ‘terang’ kalo kita juga bersaksi/kasih tahu gelandangan itu alasan kenapa kita ngelakuin perbuatan itu (misalnya kasih tahu kalo kita ngelakuinnya karena Tuhan Yesus yang nyuruh kita), maka gelandangan itu akan ‘ngelihat perbuatan baik kita lalu memuliakan Bapa/Yesus’ sesuai dengan ayat di atas. Nah sekarang ngerti kan? Orang-orang nggak bakalan pernah memuliakan Yesus buat segala sesuatu yang kita kerjakan atau yang kita punya dalam hidup kita kecuali kalo kita mengarahkan perhatian mereka pada Yesus! Satu-satunya cara mengarahkannya adalah dengan cara bersaksi tentang Yesus.

Tapi bukan berarti kita berhenti berbuat baik (karena kalo kita berbuat baik pada orang artinya kita berbuat baik pada Yesus juga lho, baca Matius 25:44-45), tapi ternyata berbuat baik aja nggak cukup buat kita bisa jadi ‘terang’.

“TERNYATA KALO KITA HANYA BERBUAT BAIK (MISALNYA DENGAN MEMBERI MAKAN GELANDANGAN), KITA BELUM JADI TERANG!”

KABAR BAIK
Kata Ray Comfort (pemimpin pelayanan Way of Master bareng Kirk Cameron) penginjilan atau bersaksi itu artinya membagikan iman kita ama orang lain. Ato kalo sederhananya, penginjilan itu sering didefinisikan sebagai memberitakan kabar baik. Kabar baik apaan? Ya kabar baik kalo Yesus udah datang ke dunia buat mati menebus dosa kita en kita yang mo percaya ama Dia bisa masuk Surga en menikmati karunia hidup kekal. Satu hal yang nggak boleh kita lupa waktu bersaksi, yaitu Yesus-nya. Soalnya tujuan kita PI itu ‘kan mengenalkan Yesus ama orang-orang yang emang belum kenal Yesus. Gimana caranya? Jangan kuatir, GF! bakalan kasih cara-caranya deh!

BERSAKSI NGGAK SAMA DENGAN MEMENANGKAN JIWA!
Ini yang banyak jadi ‘stress’ buat orang Kristen. Ada yang bilang kalo kita harus memenangkan jiwa. Ternyata, Tuhan nggak pernah kok bilang secara langsung kalo kita harus memenangkan jiwa! Tuhan hanya menyuruh kita buat bersaksi! Beda lho antara bersaksi dengan memenangkan jiwa!

“Sebab Kristus mengutus aku (Paulus) bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil…” (1 Korintus 1:17)

“…dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8b)

Analoginya ama dengan situasi dalam pengadilan. Ada saksi dan ada pembela. Tugas saksi adalah menerangkan apa yang dia ketahui, bukan buat memenangkan perkara. Sedangkan seorang pembela bertugas untuk berusaha menyelesaikan suatu perkara dengan berhasil. Emang suatu sukacita kalo kita bisa memenangkan jiwa, kalo kita emang bisa. Tapi Tuhan hanya mewajibkan kita buat bersaksi.

BERSAKSI ITU WAJIB!!!
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15).

Semua orang percaya itu wajib bersaksi. Tapi sekarang ada anggapan kalo yang harus menginjili atau bersaksi itu hanya orang yang udah punya gelar Ev (evangelis), Pdt (pendeta), ato yang emang punya panggilan (jawatan) sebagai penginjil ato cuma mereka-mereka yang punya sebutan hamba Tuhan.

Oke, wait a second, who says so? Alkitab nggak pernah mengajar kita cuman sebagian orang aja yang harus penginjilan, yang lain cuma jadi penonton. Nggak lagi. Kalo dibilang tugas penginjilan buat orang yang punya sebutan hamba Tuhan, itu benar karena semua orang percaya itu adalah hamba Tuhan. Coba kita liat di 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

Menjadi saksi Kristus nggak cuman lewat tingkah laku dan pola hidup sehari-hari, tapi juga harus lewat kesaksian iman secara verbal!

MOTIVASI UNTUK BERSAKSIApa yang mendorong kita buat bersaksi? Saat kita nggak punya keberanian, atau sibuk atau malas, harus ada motivasi yang bisa bikin kita bangkit dan ngelakuin tugas kita. Tapi motivasi ini harus tulus dan murni. Apa aja sih?

1. Kasih Yesus
“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1 Yohanes 3:16)
“Sebab kasih Kristus yang menguasai kami..” (2 Korintus 5:14)

Paulus sangat terbeban buat memberitakan Injil karena kasih Kristus yang memotivasinya. Paulus telah diberi kasih karunia keselamatan olehNya, diapun rindu ngebagiin ke orang lain.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

2. Keinginan Tuhan sendiri
“…karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13).

Tuhan sendirilah yang ingin atau berkehendak agar semua manusia bisa mendengar kabar baikNya. Dan Tuhan akan memperlengkapi dan memimpin kita dengan Roh KudusNya biar kita bisa melaksanakan keinginan Tuhan ini. Kita hanya perlu taat pada pimpinan Roh Kudus. (baca 3 Langkah Mudah Menghilangkan Kesukaran Bersaksi).

3. Amanat Agung
Bersaksi adalah respon murid-murid Yesus (termasuk kita juga) terhadap perintah Yesus sebelum Dia naik ke surga. Yang kita kenal dengan nama Amanat Agung.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).

Disini ada yang bisa memotivasi kita yakni bahwa Yesus akan menyertai kita (melaksanakan Amanat Agusng) senantiasa sampai akhir jaman! So, jangan takut!

4. Kita punya utang!
“Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.” (Roma 1:14)

Paulus ngerasa punya utang pada Tuhan karena Tuhan telah menyelamatkannya, ia ngerasa harus bayar utang itu dengan cara memberitakan Injil pada orang lain. Pernah nonton film Pay It Forward? Seorang anak kecil punya misi buat berbuat baik pada tiga orang, dan tiga orang itu ‘berhutang kebaikan’, tapi harus dibayar dengan cara melakukan kebaikan ke tiga orang lainnya.

“Kita telah diselamatkan oleh Tuhan, bayarlah ‘utang’ keselamatan itu dengan cara memberitakan kabar baik keselamatan itu ke orang lain.”

5. Tuhan segera datang!
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14)

Umat yang cinta Tuhan pasti pengen Tuhan cepetan datang kan? Kalo Tuhan datang berarti udah tiba kesudahannya. Dan Tuhan bilang ‘kesudahannya’ tiba itu kalo injil sudah diberitakan di semua bangsa! Ini bisa memotivasi kita! So, ayo beritakan Injil Kerajaan Tuhan!

Untuk artikel penuhnya kamu bisa dapetin di edisi cetaknya, untuk berlangganan hubungi: friend@getmedia-online.com atau klik disini

COVER EDISI #83 (OKTOBER 2007)


THE ORIGINAL CHURCH

Artikel Fresh!er ini cuman sebagian dari versi cetaknya. Untuk mendapatkan majalah GFRESH! hubungi redaksi.

Apa yang terjadi kalo kita nggak bisa pergi ke gereja lagi karena nggak ada lagi gereja yang diperbolehkan berdiri? (di beberapa negara, hal kayak gini udah terjadi, lho!). Apa yang akan kita lakukan kalo kita merasa sendirian ketika menghadapi masalah? Bukankah hidup lebih ringan dan bahagia kalo kita punya sahabat yang memperhatikan kita dalam suka dan duka? Jawabannya adalah komunitas. Taukah kamu kalo sebenernya ‘komunitas jemaat’ adalah gereja yang orisinil alias the original church! (dp, F!)

Komsel lagi booming lagi, lagi jadi trend di gereja-gereja di Indonesia, jangan sampe kamu belum ngeh juga deh. Ampir semua gereja bikin yang namanya komsel, walopun pake nama yang beda-beda. Ada yang bilang komsel, selgrup, kelompok kecil, kelompok tumbuh bersama, family altar, de el el. Tapi semuanya sebenernya sama ya komsel tadi itu. Di F!er edisi kali ini GF! bakal bahas tentang komsel mulai dari definisi sampe tips-tips biar nggak boring di komsel. Ok, shall we begin?

KOMSEL: APAAN TUH?
Komunitas sel ato yang sering disingkat komsel ato kadang disebut sel doang ato apapun namanya adalah sekelompok orang Kristen, biasanya berjumlah 20 orang atau kurang, berkumpul dipimpin oleh seorang pemimpin sel (itu kata wikipedia.org). Ada tiga hal yang jadi ciri khas komsel:

1. Anggotanya terbatas
Nggak kayak Ibadah Minggu yang sekali datang bisa banyak orang, di komsel yang datang paling cuman 5-10 orang. Jumlah anggotanya sengaja dibuat sedikit biar lebih gampang ngawasinnya en juga lebih gampang nentuin menu ‘makanan rohani’ yang harus dikasih (soalnya makin dikit ‘kan biasanya makannya sama…)

2. Komsel = persekutuan tiap waktu
Guys, kalo kamu perhatiin sejarah gereja dari zaman gereja mula-mula sampe sekarang, yang namanya komsel nggak pernah identik sama ibadah di gereja. Di zaman Perjanjian Lama komsel disebut jemaat yang ada di rumah, ato kadang-kadang cuman disebut jemaat doang. Makanya kalo di tulisan-tulisan selanjutnya GF! banyak nyebut ibadah di rumah, gereja di rumah, jangan heran soalnya itu nama lain komsel juga. Tapi, yang lebih esensi lagi ialah komsel itu persekutuan kita dengan teman-teman tiap waktu. Saling menjaga, saling akrab, saling menopang, dsb. Nggak cuman ketemu di gereja seminggu sekali.

3. Ada persekutuan yang kekeluargaan
Namanya juga ibadah di rumah, pasti suasananya juga kekeluargaan, rileks, nggak formal. Beda ama Ibadah Minggu yang kesannya lebih formal, komsel itu kesannya nyantai banget. Makanya nggak heran tiap kali pertemuan bisa ada makan-makannya.

KENAPA SIH GUE HARUS KOMSEL?
“Allah memberi tempat tinggal (families, KJV) kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan (gives the desolate a home in which to dwell, Amplified), sehingga mereka bahagia (prosperity, Amplified), tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.” (Mazmur 68:6)

Kenapa kita harus komsel? Apa cuman karena disuruh ama gereja? Ato karena kewajiban? Alasan kenapa kita komsel adalah karena itu rencana Tuhan sendiri. Waktu nyiptain kita, Tuhan taruh suatu kebutuhan di hati kita buat berkumpul ama orang laen, ato bahasa kerennya, kita itu butuh yang namanya komunitas. Menurut Pak Eddy Leo dan Kak Erwin Widodo, komunitas bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. Manusia didesain buat berkomunitas, ada tiga alasan kenapa kita harus ikutan komsel:

1. Tuhan sendiri adalah sebuah komunitas sempurna: ada Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Waktu Allah nyiptain manusia, Ia menciptakannya serupa dan segambar dengan diriNya (baca Kejadian 1:26-27). Martin Luther pernah berkata, “Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk membangun hubungan.” Atau dengan kata lain bahwa manusia diciptakan buat hidup di dalam gambar dan rupa komunitas kayak Allah adalah komunitas yang sempurna.

2. Manusia diciptain Tuhan sebagai mahluk sosial (Kejadian 2:18) “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja…”, udah dari sononya manusia itu adalah makhluk sosial, sejak lahir udah butuh orang lain. Contohnya: seorang bayi yang baru lahir butuh ibu, butuh dokter/bidan, butuh perawat yang merawat di RS. Dan tentu saja sebagai manusia sosial, maka manusia memerlukan hubungan dan komunitas dengan orang lain.

3. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita buat hidup dalam komunitas. Waktu Tuhan Yesus memulai pelayananNya, Dia membentuk komunitas yang anggotanya 12 orang yang kita kenal sebagai 12 murid Tuhan Yesus (baca deh Lukas 6:13-15). Sampai akhirnya terbentuk gereja mula-mula yang juga adalah sebuah ’komsel’.

Menurut Kak Erwin Widodo, di dalam Firman Tuhan jelas sekali akibat dari tidak tergabung dalam komunitas. Liat aja pengalaman Hawa, Elia dan Daniel.
· Kejadian 3:1-6 bercerita tentang Hawa yang sendirian pada waktu jatuh dalam dosa. Ini artinya kalo kita sendiri (nggak berkomunitas) maka kemungkinan kejatuhan karena serangan dosa dan kuasa gelap makin besar.
· Di dalam I Raja-raja19:1-4, Nabi Elia jadi lemah waktu sendirian en dapet ancaman bakal dibunuh ama Izebel, malahan dia kepingin mati aja. Seandainya Elia ada teman atau komunitas yang bareng-bareng ama dia, maka pasti teman-temannya akan menguatkannya, sehingga Elia jadi lebih kuat. Kalo kita nggak berkomunitas, en kalo kita lagi ngalamin masalah atau pergumulan, maka kita akan ngerasa tekanan yang kita alami berat banget. Bisa-bisa malah pengen bunuh diri.
· Baca Daniel 2:16-19, Daniel pada waktu sendirian nggak bisa memecahkan masalah, tapi waktu dia bersama teman-temannya, maka masalah itu mudah diselesaikan. Kalo kita nggak terhisap dalam komsel, maka kita akan sulit membuat perkara besar. Kemampuan kita terbatas kalo kita sendirian. Tapi kalo kita bersama-sama maka akan ada sinergi kekuatan yang besar.

Nah salah satu bentuk komunitas rohani yang Tuhan sediain buat kita itu namanya komsel. Komsel (komunitas sel) adalah keluarga rohani yang bikin kita bisa saling belajar banyak hal mulai dari membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan (lewat saat teduh, baca Alkitab dsb), menolong kita membereskan dosa, berdoa, menasihati kita, memperbaiki karakter, membawa kita pada pengalaman yang berhubungan ama kuasa dan karunia Roh Kudus, bahkan dalam hal-hal dalam hidup sehari-hari kita, dll.

Terus dimana gue harus berkomsel? Jawaban paling gampang ya di gereja dimana kita bergabung sekarang. Gimana kalo gereja kita nggak punya komsel? Sebenernya semua gereja punya bentuk komselnya masing-masing, cuman namanya aja yang beda-beda. Tapi satu yang sama, semuanya sama-sama berbentuk kelompok kecil en nyediain tempat buat kita bertumbuh secara rohani. Kalo memang nggak ada, kenapa nggak bikin aja sendiri. So, tunggu apa lagi? Yuk kita gabung dalam keluarga Allah, dalam komsel/persekutuan yang ada di sekitar kita, sehingga pertumbuhan rohani kita dapat kokoh dan kuat.

APA UNTUNGNYA KOMSEL?
Emang ada apa sih di komsel? Kenapa kita harus komsel? “Kalo kita nggak hidup di dalam komunitas, maka kita nggak bisa hidup dengan normal. Waktu dosa masuk ke dalam dunia, dosa menghancurkan komunitas, yaitu waktu Kain membunuh Habel. Allah membangun komunitas ini kembali melalui keturunan Set sampai pada Musa yang memimpin orang Israel di padang gurun melalui kelompok-kelompok kecil. Lalu Yesus datang buat kasih teladan pada kita gimana membangun komunitas dengan 12 orang muridNya. Akhirnya pada hari Pentakosta, lahirlah gereja-gereja yang ada di rumah-rumah.” ujar Pak Eddy Leo. Tapi emang ada keuntungan yang bakal kita dapatin di komsel yang nggak bakal kita dapatin di tempat lain?
1. Pertumbuhan rohani kita jadi lebih terawasi
Di komsel yang anggotanya dikit, pemimpin komsel ato ketua sel kita pasti lebih gampang ngawasin pertumbuhan rohani anggota komselnya. Jadi di komsel bisa dipastiin kalo semua anggotanya bakal ngalamin pertumbuhan rohani yang sehat en terawasi.

2. Bikin kita nggak bisa sombong
Kenapa manusia bisa sombong? Jawabannya gampang, soalnya dia sendirian. Orang yang suka sendirian biasanya punya bawaan sombong. Tapi kalo kita ada dalam suatu komunitas, biasanya sulit buat kita sombong. Soalnya pas waktu kita mo sombong, ternyata teman kita malah lebih baik dari kita. Terus apa yang mo disombongin?

3. Bisa bertumbuh sama-sama
Apa sih yang lebih menyenangkan daripada bertumbuh bareng teman yang kita sayangi? Di komsel, kita bakal belajar buat bertumbuh sama-sama. Jadi nggak ada yang lebih dari yang laen. Kalo misalnya ada satu orang yang punya kelebihan, ya kelebihannya dipake buat bantu yang laen supaya bertumbuh, jangan disimpen sendiri. Tujuannya biar tiap orang punya tingkat pertumbuhan yang sama.

4. Mencegah kejatuhan
Komsel bisa mencegah kita dari kejatuhan (jatuh dalam dosa maksudnya, masa kejatuhan duren… sakit dong!). Soalnya di komsel, kita bisa lebih gampang saling jagain satu sama lain supaya nggak jatuh dalam dosa. Karena anggotanya dikit, makanya kalo ada anggota komsel yang udah mulai ngaco pasti langsung ketauan en bisa diselamatin supaya nggak beneran jatuh dalam dosa. Coba perhatiin kenapa Hawa jatuh? Kenapa Daud jatuh sama Batsyeba? Soalnya mereka lagi sendirian. Nggak ada yang kasih tau kalo mereka itu salah. Tapi kalo di komsel, ada teman-teman yang bisa kasih tau kita ini salah ato ini bener.

UP – IN – OUT
NGAPAIN AJA DI KOMSEL?
Menurut Pak Eddy Leo, hal yang penting di dalam komsel adalah bukan acara dua jam di dalam satu minggu itu, tapi apa yang dilakuin di luar 2 jam tersebut. Apa kita masih saling kontak en saling ngedoain buat ngejalanin gaya hidup komunitas? Pada prinsipnya, hal penting yang harus dimiliki ama selgroup adalah Up-In-Out. Kalo apa yang dilakuin ama seseorang yang nggak menghasilkan up, in, out dan nggak berasal dari up, in, out, maka siap-siap aja komsel tersebut bakal mati.

UP = Setiap orang harus membangun hubungan intim dengan Allah Bapa.
IN = Membangun hubungan ke dalam, setiap orang harus saling mengasihi dengan kasih Bapa.
OUT = Membangun hubungan keluar. Setiap orang membangun hubungan untuk melakukan pekerjaan Bapa.

Liat aja orang Kristen zaman gereja mula-mula ngapain aja kalo komsel? Kalo mo tau jawabannya coba baca deh:

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 2:42-46)

Dalam komsel, mereka membangun hubungan intim dengan Tuhan lewat pengajaran-pengajaran para rasul, berdoa dan lain lain. Lalu mereka juga saling mengasihi sesamanya, saling berbagi, bergembira bersama (dan makan-makan! Itu penting lho, hehe). Abis itu yang nggak boleh ketinggalan adalah melakukan pekerjaan Tuhan, mencari jiwa, melakukan mukjizat dsb. Makanya Tuhan menambah jumlah mereka.

Selain makan-makan, masih ada banyak kegiatan laen di komsel yang bisa kita lakukan yang intinya bikin kita lebih deket ama anggota komsel yang laen. Nah berikut ini GF! kasih beberapa ide seru apa aja yang bisa kamu lakuin di komsel biar persekutuan antar sesama anggota komsel makin erat.

· Bikin games yang libatin semua anggota komsel
Coba cari games yang seru, lucu en bikin semua anggota komsel terlibat. Kalo nggak ada ide, kamu bisa buka majalah GFresh! kamu yang lama-lama, en di situ kamu bakal temuin rubrik Fresh!Fun yang isinya ide-ide unik bikin komsel kamu jadi rame.

· Masak bareng
Wah kalo yang ini dilakuin pasti heboh apalagi kalo yang masaknya cowok. Kebayang semua anggota komsel kumpul di satu rumah terus sama-sama masak bareng udah gitu sama-sama makan bareng, pasti seru en heboh deh.

· Nonton bareng
Kalo bosen komsel di rumah, coba sekali-sekali nonton bareng. Tapi tentuin dulu mo nonton film apa. Udah gitu abis selesai nonton jangan pada langsung bubar jalan, kumpul dulu, ngobrol dulu, makan dulu, sambil diskusiin film yang barusan ditonton.

· Pergi keluar bareng
Coba iseng-iseng dari pada komsel terus di rumah gimana kalo komselnya pindah ke restoran ato ke kafe ato ke tempat laen yang asyik buat nongkrong bareng. Jadi sekalian komsel bisa sekalian hang out.

· Diskusiin majalah GFresh!
Kalo yang satu ini udah bukan bareng baru lagi. GF! denger kesaksian dari beberapa teman GF! kalo salah satu kegiatan mereka pas komsel itu diskusiin majalah rohani kesayangan kamu ini. Thanks guys.

· Pelayanan keluar
Banyak pekerjaan Tuhan yang lebih mudah dikerjakan kalo bersama-sama, kenapa nggak dilakuin bersama? Bikin acara di panti asuhan, bikin bazar amal, bagi-bagi makanan ama anak jalanan, dsb. Kreatif aja deh.

So, ternyata ada banyak hal ‘kan yang bisa kita lakuin pas di komsel. Jadi tunggu apa lagi? Cepetan bikin komsel kamu fun en asyik.

KUNCI BERTUMBUH DALAM SEL
- Saling kenal atau ada rasa nyaman dalam komsel.
Kalo kita nggak nyaman dalam suatu lingkungan/komunitas pastinya kita bakalan tersiksa donk berlama-lama dalam komunitas itu, ntar jadinya pengen bolos komsel terus.

- Peduli satu ama laen.
Kalo kita acuh tak acuh, cuek ama anggota komsel yang laen, gimana bisa bertumbuh? Ada temen komsel yang lagi ngalamin masalah, sakit, atau mau ujian, apa urusannya ama gue? Wah… nggak bisa gitu donk. Tuhan bilang kita harus saling mengasihi. Kalo kita nggak peduli ama anggota yang laen itu berarti nggak punya kasih.

- Motivasi bener ikutan komsel.
Motivasi kita ikutan komsel harus bener yaitu bertumbuh dalam hal rohani. Nggak boleh ada motivasi yang laen kayak cari pacar, daripada nganggur di rumah, pengen makan-makan gratis de el el. Kalo motivasi kita nggak bener dijamin deh lama-lama kamu bakalan boring dateng komsel.

- Komsel itu tanggung jawab bersama, bukan cuman ketua doank.
Nah ini yang suka bikin banyak orang nggak mau ditunjuk sebagai ketua komsel. Soalnya takut ‘dikerjain’ terus-terusan ama anggotanya. Maksudnya harus mikir sendiri, nyiapin sendiri, mimpin pujian en Firman sekaligus tiap minggu sementara yang laen nggak mau tahu. Nggak bisa gitu donk. Namanya juga komsel gitu lho, saling berbagi donk, jangan ngandalin ketua melulu.

- Terapkan prinsip memberi itu prioritas
Kalo semua anggota punya prinsip memberi itu prioritas maka komsel itu bakalan bertumbuh dengan pesat. Waktu komsel terasa boring, semua anggota akan berinisiatif buat ‘menghidupkan’ kembali suasananya. En itu juga yang diajarin ama Tuhan Yesus lho di Filipi 2:3 “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”.

JADI PEMIMPIN SEL YANG BAIK
Gimana caranya jadi pemimpin komsel yang baik? Nah buat kamu-kamu yang mo jadi pemimpin komsel yang baik, ini ada beberapa tips:

1. Rela berkoban
Yang namanya pemimpin harus selalu siap berkorban buat orang yang ada di bawahnya. Makanya kalo kamu-kamu mo jadi pemimpin komsel yang baik, kamu mesti siap berkorban buat anggota komselmu. Berkorban apa aja? Banyak. Mulai dari korban waktu, duit sampe korban perasaan.

2. Tingkatkan kapasitas kepemimpinan
Bicara soal jadi pemimpin bicara soal kapasitas kita sebagai pemimpin. Gimana caranya? Bisa dengan banyak baca buku tentang kepemimpinan, ato liat teladan pemimpin yang ada di atas kita, or kamu juga bisa sharing sama pemimpin kamu di gereja, coba tanya-tanya gimana caranya memimpin yang baik.

3. Bentuk tim kepemimpinan
Inget juga kalo kita nggak bisa bekerja seorang diri. Kita semua adalah tubuh Kristus, jadi penting banget punya satu tim kepemimpinan, anggotanya bisa satu ato dua orang. En yang terpenting dalam milih anggota tim kepemimpinan jangan pilih kasih. Pilih orang yang bisa sepaham sama kita en bisa mendukung apa yang kita lakukan, en yang paling penting punya hubungan yang baik sama Tuhan.

4. Jaga hubungan dengan Tuhan
Ini dasar banget. Semua yang kita lakukan kalo nggak berdasar sama hubungan kita dengan Tuhan sia-sia aja. Makanya pastikan kalo kamu punya hubungan yang baik dengan Tuhan dalam doa, en perenungan Firman. Soalnya makin baik hubungan kamu dengan Tuhan, makin banyak yang bisa kamu bagiin ama anggota komsel kamu.

5. Jangan mudah menyerah
Jadi pemimpin itu banyak tantangannya. Ada aja hal-hal yang bikin kita BT ato hal-hal yang nggak terduga. Tapi bukan artinya kita terus menyerah dengan semua tantangan yang ada. Malah semua itu harusya bikin kita tambah maju. So, Maju terus, pantang mundur.

Untuk mendapatkan artikel penuh, kamu harus beli majalahnya, bo, hehe. Sori.

POWERFUL PRAYER

Doa. Tiga huruf yang pasti udah sering GF!ers denger. Mo di gereja, di PA, di persekutuan, di sekolah… pokoknya everywhere, anywhere. Tapi survey membuktikan kalo nggak semua orang Kristen itu ngerti tentang doa. Mereka cuma tau kalo kita harus berdoa, titik. Tapi apa itu doa? Kenapa kita harus berdoa? Apa yang harus dilakukan waktu doa? Nggak semua kita tau jawabannya.

Artikel ini hanya potongan kecil dari artikel penuhnya. Baca selengkapnya di edisi cetak yang terbit September 2007 (dp)

ANSWERING MACHINE
Tut tit tut tet tet. Aku nge-dial nomor teleponnya Tuhan. Aku mau berdoa. Tuuuuut. Tuuuut. Ada nada sambung. Tapi… tut-tut-tut. Putus deh. Aku tekan redial lagi menghubungi Tuhan. Tuuuuut... Aha! Ada yang jawab.
“Selamat Pagi. Selamat menikmati layanan Kerajaan Surga. Tekan 1 untuk mengucap syukur. Tekan 2 untuk mengajukan pertanyaan. Tekan 3 untuk pujian penyembahan. Tekan 4 untuk permohonan.”
Lalu aku tekan angka 1.
“Maaf, malaikat yang melayani sedang sibuk. Mohon hubungi beberapa saat lagi”
Aku tekan angka 2
“Komputer kami mencatat Anda telah menghubungi kami lebih dari satu kali, karena itu kami akan akhiri pembicaraan saat ini.”
“Maaf, hari sabtu tutup, silakan hubungi senin depan”
“Maaf, nomor yang Anda hubungin sedang sibuk…”

Waaaakkkzs! Stress kalo gini caranya! Tapi, thanks God, saluran doa Tuhan nggak kayak gitu. Sekali kita berdoa padaNya pasti langsung Dia denger en kita tinggal tunggu jawabanNya.

“Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!...” (Yesaya 58:9a)

APA ITU DOA?
Kalo ditanya apa itu doa menurut Alkitab, jawabannya pasti macam-macam. Emang sih di Alkitab nggak pernah ngejelasin secara rinci apa itu doa. Tapi menurut Ps. William Lau, doa menurut Alkitab adalah suatu komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Di ayat itu dijelasin kalo kita harus meminta sesuatu kepada Tuhan dalam doa. Artinya ada komunikasi antara kita dengan Tuhan.

Kalo menurut Ps. Victor Waang, doa itu napas hidup orang percaya yang harus ada dalam kehidupan rohani orang Kristen (kalo mo lebih jelas baca artikel ‘Doa Itu Dialog’ oleh Victor Waang).

Kalo menurut sumber lain di internet yang GF! sempet baca, doa itu adalah hubungan antara kita dengan Tuhan. Bukan sekedar hubungan biasa tapi hubungan yang akrab dan intim, kayak Papa sama anaknya.

Anyway, apapun definisi doa yang kita tau, semuanya punya satu kesamaan, yaitu doa itu harus berdasarkan suatu hubungan antara kita dengan Tuhan, Bapa kita. Inget nggak apa kata pertama yang disebutin waktu Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya buat berdoa? Bapa. Artinya, waktu kita berdoa kita lagi ngomong sama Papa kita sendiri.

Doa ≠ Rutinitas
Doa bukan rutinitas loh. Doa itu harus lahir dari kerinduan hati kita yang terdalam untuk mengenal Tuhan. Selalu inget kalo doa itu adalah saat-saat kita ngobrol sama Bapa kita. Nggak ada aturan yang bilang kalo kita wajib ngobrol sama Papa kita minimal satu jam tiap hari, ‘kan lucu jadinya kalo ada aturan kayak gitu. Kita mo ngomong sama Papa kita bisa kapan aja, mo berapa lama juga suka-suka kita, nggak ada aturannya harus berapa lama. Yang aneh adalah kalo kita jarang or dikit banget ngobrol sama Papa kita, itu artinya kita nggak akrab, tul?

Doa ≠ Liturgi
Doa juga bukan liturgi loh. Tau ‘kan istilah liturgi? Liturgi itu artinya susunan acara atau aturan baku. Nggak ada satu pun ayat di Alkitab yang nyebutin kalo kita mo doa harus ada liturginya. Kalo di zaman Perjanjian Lama okelah masih ada liturginya kalo mo doa. Misalnya harus mempersembahkan korban, cuci tangan, cuci kaki, en mandi yang bersih sebelum berdoa. Tujuannya supaya kita dianggap layak berdoa sama Tuhan. Tapi sejak kematian Yesus di kayu salib, segala macam liturgi kayak gitu udah nggak perlu lagi. Inget kematian Yesus udah bikin tirai Bait Suci terbelah, artinya kita bisa masuk langsung menghadap Tuhan, tanpa perlu segala macam liturgi lagi. Kehadiran Yesus udah ngegantiian semuanya.

DOA PUASA
Buat apa sih kita berdoa puasa? Bikin kita laper en makin kurus aja!
1. Ternyata, berpuasa sangat bermanfaat buat kita karena membantu kita menerima pengarahan dan kuasa dari Roh Kudus. Inget gak sebelum Yesus memulai pelayananNya di bumi, Ia berpuasa dulu selama 40 hari (Lukas 4:1-2). Yang harus diperhatikan adalah bahwa sebelum berpuasa ditulis “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” (Lukas 4:1) dan sesudah berpuasa ditulis “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.” (Lukas 4:14). Artinya, ada peningkatan setelah Yesus berpuasa, dari yang cuman ‘penuh dengan Roh’ menjadi ‘dalam kuasa Roh’. Jalan menuju hidup yang penuh kuasa Roh Kudus adalah dengan berdoa dan berpuasa.

Apa yang dilakuin oleh Yesus, tentunya wajib dilakuin ama kita. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak” (Yohanes 14:12-13) dan “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yohanes 13:16). Kalo puasa adalah bagian terpenting yang dilakuin ama Yesus sebelum memulai pelayananNya, pastilah itu juga bagian terpenting buat kita, hambaNya.

Contoh lainnya ialah Paulus. Ia berpuasa 3 hari setelah menerima panggilan pelayanannya di jalan raya Damaskus (Kisah Rasul 9:9). Dan Paulus secara rutin berpuasa supaya pelayanannya menjadi berkuasa dan berdampak bagi orang lain (2 Korintus 6:5).

2. Selain itu, puasa juga merupakan suatu cara buat menaklukkan tubuh jasmani kita. “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27). Tubuh jasmani berarti kedagingan dan keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh (Galatia 5:17). Dengan berpuasa, kita melatih tubuh kita dan keinginan jiwa kita yang selalu pengen dipuasin supaya tunduk pada keinginan roh kita sehingga nggak ada lagi yang ngehalangi pekerjaan Roh Kudus.

3. Puasa pasti butuh pengorbanan karena kita akan merasakan lapar dan terus menyangkal keinginan kita buat makan. Jadi bisa diartikan sebagai ‘dukacita menurut kehendak Allah’. Paulus membedakan dukacita menurut kehendak Allah dengan dukacita dunia di 2 Korintus 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian”. Tapi jangan kuatir, Matius 5:4 bilang: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” dan Yesaya 61:3 “…untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya”.

4. Tujuan puasa adalah supaya ada perubahan pada manusia dan bukannya pada Tuhan. Kalo kita minta sesuatu yang emang di luar kehendak Tuhan, kita minta sampe puasa bertaon-taon juga nggak bakalan kita terima. Contohnya waktu Daud berpuasa supaya anak hasil perzinahannya dengan Barsyeba nggak mati. Kalo sesuatu emang salah, nggak bakalan jadi bener gara-gara kita berpuasa. Jangan anggap puasa sebagai suatu alat untuk mengelabui Tuhan atau sebagai jalan keluar buat setiap masalah yang kita hadapi.

5. Gimana caranya berdoa puasa? Sama kayak doa biasa. Setiap hari kita berdoa dan punya waktu khusus buat doa atau saat teduh. Tapi ada waktu-waktu dimana masalah terasa berat atau Tuhan kasih beban doa dalam hati dan memaksa kita buat berdoa lebih lama dan lebih terbeban. Puasa juga kayak gitu. Ada waktu-waktu rutin kita berpuasa sebagai wujud disiplin rohani misalnya seminggu sekali. Tapi ada waktu dimana ada keinginan yang kuat dari hati kita buat berpuasa lebih kuat, lebih bersungguh-sungguh.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:16-18).

Ayat di atas mengingatkan kita untuk selalu memeriksa hati kita, niat kita dalam berpuasa. Tapi bukan berarti kita harus berpuasa sendirian terus en nggak boleh berpuasa bersama-sama. Jemaat mula-mula aja sering berpuasa bersama-sama. Yang ditekankan di ayat di atas adalah kemurnian hati kita dalam menjalankan puasa. Untuk dilihat dan dipuji Tuhan atau untuk diliat manusia?

Di Alkitab nggak ada patokan khusus cara-cara puasa. Tuhan berpuasa 40 hari 40 malam (tapi nggak ditulis apakah puasa makan dan minum atau puasa makan saja). Ester berpuasa 3 hari 3 malam tanpa makan dan tanpa minum. Daniel berpuasa makanan enak selama 4 hari. Jadi tergantung kondisi badan kamu. Kalo baru belajar puasa en punya riwayat penyakit maag yang akut, ya jangan langsung puasa kayak Yesus donk. Kalau misalnya kamu emang orangnya nggak suka makan daging, ya jangan cuman puasa Daniel donk, tapi cari apa yang menjadi kegemaran kamu yang mau kamu tundukkin. Hati-hati juga buat yang punya penyakit tertentu yang cukup gawat misalnya diabetes milletus, lebih baik konsultasi ke dokter deh. Harus diingat juga, jangan pernah puasa minum lebih dari 72 jam, karena akibatnya fatal buat tubuh. Musa emang pernah puasa 40 hari tanpa makan dan minum tapi waktu itu beliau dalam kondisi supranatural jadi sanggup ngejalaninya.

Pada dasarnya puasa itu kan pengorbanan, dukacita, penyangkalan diri dan keinginan daging. Jadi kamu bisa berkreasi sebanyak mungkin dalam menentukan puasa kamu. But… jangan lupa tanya Roh Kudus, kan kita puasa buat Tuhan. Trus yang perlu diingat, selama kita puasa jangan lupa buat baca Alkitab. Selama puasa kita juga jangan sampe lupa tujuan kita puasa.

RAHASIA DOA YANG DIJAWAB
Emang sih soal doa kita dijawab ato nggak dijawab itu haknya Tuhan. Tapi at least Alkitab kasih kita petunjuk gimana sih caranya kalo mo doa kita dijawab:

· Sepakat
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19)

· Rendah hati
Alkitab ngajarin kita kalo Tuhan itu Bapa kita. Coba bayangin gimana caranya kalo kita mo minta sesuatu sama Papa kita? Apa kita mintanya dengan teriak-teriak nggak sopan ‘PA, AKU MINTA DUIT!!!!’? ato dengan sopan dan penuh kerendahan hati. Sama dengan Tuhan. Kalo kita bisa kayak gitu sama Papa kita, kita juga seharusnya sopan en rendah hati sama Bapa kita di surga.

· Fokus
Pernah nggak punya teman yang waktu diajak ngobrol suka nggak connect. Bukan karena orangnya lemot, tapi emang dianya nggak bisa diam. Lagi asyik-asyik ngobrol, tau-tau ngeliatin orang laen, jalan ke sana-ke sini. Jadinya ngobrol kita nggak nyambung. Nyebelin nggak sih kalo punya teman kayak gitu? So pasti. Tapi bukannya itu juga sikap kita sama Tuhan? Waktu Tuhan lagi ngomong apa, kita ke mana. Makanya nggak heran, kalo doa kita nggak dijawab-jawab sama Tuhan, ya kitanya juga nggak connect sama Dia.

“...apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati (fokus)” (Yeremia 29:13)

· Punya iman
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Punya iman dalam doa itu penting. En sebenarnya udah jadi suatu keharusan. Soalnya itu salah satu syarat doa kita bakal dijawab sama Tuhan. Tapi ada sisi lain yang perlu kita perhatiin, apa kita masih tinggal (punya hubungan yang erat) dalam Yesus ato nggak?

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 16:7)

Yang lebih ekstrim lagi, Smith Wigglesworth, rasul iman, mengajarkan kita untuk berdoa dengan iman yang kuat, cukup sekali meminta lalu setelah itu mengucap syukur. Kalo doa yang sama diulang-ulang, berarti kita nggak percaya, itu kata Smith.

· Nggak nyimpen dosa
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kayaknya ayat itu udah jelas deh. Nggak perlu dijelasin lagi. So sebelum kamu berdoa minta sesuatu sama Tuhan pastiin dulu kamu nggak punya dosa. Kamu bisa mengakui dosamu di hadapan Tuhan, atau membereskan dosa dan kesalahanmu pada orang lain, atau mengampuni orang yang bersalah padamu.

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16)

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:23-24)

· Ngotot
“…Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” (Lukas 11:5-7)

Mana ada orang yang minta roti tengah malem sambil ngebangunin yang punya rumah kalo dia nggak ngotot? Itu juga yang terjadi pada Elisa di 1 Raja 18:41-44 sewaktu ia meminta Tuhan untuk menurunkan hujan, ia harus bolak-balik ngotot berdoa sampe tujuh kali!

“…Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.”

· Taat
“dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

Mo doanya dijawab? Taat sama perintah Tuhan, dijamin pasti dijawab. Itu janji Tuhan sendiri loh. Artikel ini hanya potongan kecil dari artikel penuhnya. Baca selengkapnya di edisi cetak yang terbit September 2007 (dp)