WEBSITE

MamaOla

UNTUK MELIHAT ARTIKEL 2000-2009, KLIK ANAKMUDA.NET

UNTUK MELIHAT ARTIKEL 2010-DST, KLIK GF!ONLINE

COVER EDISI #95


STOP PELECEHAN SEKSUAL

‘Ran, lu udah denger katanya artis X dipenjara gara-gara ngintip anak kecil yang lagi mandi?’ tanya Ana sama Rani.
‘Hah? Cuman gitu aja sampe dipenjara?
‘Ya iyalah. Itu ‘kan termasuk pelecehan seksual.’
‘BTW, pelecehan seksual itu apa, Na?’
Mungkin bukan cuman Rani doang yang gak tau tentang pelecehan seksual. Mungkin kita juga sama gak tau soal pelecehan seksual. Padahal pelecehan seksual itu termasuk kejahatan serius loh... (dp)

APAAN TUH PELECEHAN SEKSUAL?
Melecehkan itu artinya: membuat kecil; mengejek; merendahkan mertabat. Pelecehan adalah tindakan menurunkan martabat. Jadi definisi Pelecehan Seksual adalah perilaku atau tindakan yang mengganggu, menjengkelkan, dan tidak diundang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak lain, yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harkat diri orang yang diganggunya.

Perilaku ini bisa bersifat fisik dan mental, serta bisa verbal ataupun non-verbal serta mengganggu aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual korban. Pelakunya bisa siapa aja, mulai dari cowok, cewek sampe anak-anak. Korbannya juga bisa cowok, cewek, atau anak-anak. Yang susahnya biar termasuk kejahatan, PS masih susah dibuktiin. Soalnya karena emang definisi PS di Indonesia yang kadang belum jelas, korbannya juga jarang ngaku, bisa karena takut atau malu. Banyak juga kejadian si korban nggak ngelapor lantaran dia gak tau kalo yang terjadi padanya termasuk pelecehan seksual.

Permasalahannya ternyata banyak dari kita masih enggan melaporkan hal tersebut dengan berbagai alasan, termasuk adanya mitos yang mengatakan bahwa pelecehan seksual merupakan suatu yang biasa terjadi en nggak perlu dibesar-besarkan. Selain itu perangkat hukum kita yang mengatur hal tersebut secara khusus dan rinci juga belum maksimal. Selama ini pelaku hanya bisa dijerat dengan beberapa pasal dalam KHUP: 1) pencabulan (pasal 289-296); 2) penghubungan pencabulan (pasal 295-298 dan pasal 506); persetubuhan dengan wanita di bawah umur (pasal 286-288). Padahal dalam kenyataan, apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual mungkin belum masuk dalam kategori yang dimaksud dalam pasal-pasal tersebut.

Jika kita memperbandingkan dengan aturan hukum tentang pelecehan seksual di USA dalam Title VII of the Federal Civil Rights Act tahun 1964 yang telah diamandemen oleh kongres pada tahun 1991, maka kita dapat melihat betapa hukum disana telah mengatur secara rinci tentang apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual berikut sanksi hukum yang berlaku bagi para pelakunya. Dengan aturan hukum yang jelas dan rinci tersebut maka akan sangat memudahkan korban untuk melaporkan hal-hal apa saja yang dianggap sebagai pelecehan seksual.

PELECAHAN SEKS DI ALKITAB
Kalo kita liat banyak banget cerita tentang pelecehan seksual di Alkitab. Tapi semua ini ada tujuannya lagi. Tujuannya gak lain gak bukan supaya kita belajar. Gak ada orang yang kebal sama yang namanya dosa seksual. Mulai dari kasus sodomi (baca deh Kejadian 19:13, 24). For your information aja, cerita tentang kota Sodom yang penduduknya suka sodomi ini bukan cuman ada di Alkitab doang, secara ilmu arkeologi emang terbukti kalo dulu ada satu kota yang namanya Sodom yang tiba-tiba menghilang. Trus kasus pemerkosaan, kayak pemerkosaan Dina sama Sikhem (Kejadian 34:1-25), pemerkosaan Tamar sama Amnon (2 Samuel 13:1-16) dan pemerkosaan wanita dari Betlehem-Yehuda sama suku Benyamin (Hakim-hakim 19:1-30). Selain itu, ada pula cerita terkenal tentang seorang raja yang ngintip cewek mandi. Daud orangnya. Dari sekedar ngintip, Daud akhirnya berzinah sama cewek yang diintipnya tadi.

GWE GAK PERNAH MELECEHKAN KOK!
Wah, keterlaluan banget deh kalo ada cowok yang suka melecehkan cewek! Mungkin kita-kita (cowok) pernah mikir kayak gitu. Tapi, eits, bener gak nih kita belum pernah melecehkan sekalipun gak nyadar? Ternyata memandang atau memikirkan seorang cewek sebagai obyek seksual sudah termasuk melecehkan, pastesan aja Yesus pernah bilang, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28). Kadang kita suka mikir ‘Ah ini ‘kan gak apa-apa...’ padahal itu ternyata udah termasuk PS. Nah loh... Makanya biar GF!ers gak bingung, GF! kasih beberapa anggapan yang salah en benar tentang PS.

1. Bukan Cuma Perkosaan
Apa sih yang langsung kepikiran kalo denger kata ‘pelecehan seksual’? Perkosaan? Wah itu sih cuman salah satu bentuk pelecehan seksual. Yang namanya pelecehan seksual itu gak identik sama pemerkosaan. Cowok yang suka bersiul kalo ada cewek yang lewat juga udah termasuk pelecehan seksual. Jadi apapun tindakan cowok yang menjadikan cewek sebagai obyek seksual belaka sudah termasuk pelecehan. Apa aja contohnya? (Memang semuanya kayak yang menyudutkan cowok, soalnya kebanyakan pelaku PS itu cowok (walopun cewek juga ada) makanya yang kena ‘tembak’ paling banyak ya cowoknya).

Contoh Pelecehan Seksual
- Tekanan langsung atau halus untuk untuk tindakan seksual (berciuman, berpegangan tangan, berhubungan seksual), perilaku genit atau centil.
- Sentuhan yang nggak diundang atau kedekatan fisik yang nggak diundang, atau mendorong alat kelamin (penis atau dada) pada korbannya.
- Agresi fisik seperti ciuman atau menepuk bagian tubuh tertentu.
- Lelucon atau pernyataan yang menjurus, merendahkan jenis kelamin tertentu dan nggak pada tempatnya. Joke-joke porno. ‘Kan cuman bercanda...’ biasanya itu alasan cowok kalo ada cewek yang marah denger lelucon porno.
- Serangan seksual, gerak-gerik yang bersifat seksual, kasar atau ofensif atau menjijikkan.
- Perhatian seksual yang nggak diundang dan nggak disukai serta nggak pada tempatnya. Memandangi cewek yang lewat. Kalo ada cewek cantik lewat pasti langsung diliatin dari atas sampe bawah sampe matanya kayaknya mo keluar. Selalu menatap atau melihat bagian tubuh tertentu.
- Merendahkan martabat seseorang secara langsung karena jenis kelamin mereka secara verbal.
- Tuntutan berhubungan seks untuk dapat naik jabatan atau tanpa ancaman.
- Gerak-gerik tubuh yang 'sok akrab' secara fisik dan bersifat menjurus kearah hubungan seks.
- Menunjukkan gambar seksual yang nggak diinginkan.
- Membuat pernyataan, pertanyaan atau komentar yang secara seksual bersifat eksplisit
- Membuat pernyataan yang merendahkan gender seseorang.
- Diskriminasi gender. Maksudnya diskriminasi gender itu dibeda-bedain perlakuannya cuman gara-gara gender (jenis kelamin). Misalnya cuman gara-gara kita cewek terus gak boleh ikutan main basket.
- Siulan nakal. Suiitt... siuuut. Begitu ada cewek cantik lewat langsung deh cowok-cowok yang ada dekat situ pada bersiul.
- Main mata. Main mata disini maksudnya mengedipkan-edipkan mata genit sama cewek, hal sama aja dengan menghina cewek tersebut.
- Ngintip. Ngintip cewek yang lagi mandi ato lagi ganti baju tentu saja termasuk melecehkan.
- Ngomongin cewek. Kalo cowok-cowok lagi pada ngumpul biasanya ngomongin apa? Salah satunya pasti ngomongin cewek (secara seks or fisik tentunya).
- Godain cewek yang lewat. Cewek suka paling males lewat jalan yang ada cowok-cowok yang lagi ngumpul. Kenapa? Soalnya suka digodain sama cowok-cowok itu.
- Maksa ML. Maksa ML (hubungan seks) itu beda ya sama pemerkosaan. Kalo maksa supaya orang mau ML sama kita itu masih ada unsur mau dari orang yang dipaksa supaya mo ML.
- Pemerkosaan. Nah kalo yang satu ini udah jelas dong. Pemerkosaan itu maksa orang buat ML tapi orangnya gak mau. Nah ini udah termasuk pelecehan seksual tingkat berat, soalnya pemerkosaan sama aja dengan melanggar hak asasi seseorang.

2. Cowok – cewek sama aja
Biasanya orang kalo denger kata ‘pelecehan seksual’ pasti langsung mikir pelakunya cowok en korbannya cewek. Tapi kenyataannya gak selalu gitu lagi. Emang seringnya sih gitu. Tapi gak selalu. Ada loh beberapa kasus dimana yang jadi pelaku PS itu cewek en korbannya justru yang cowok. Hah?! Yup. Malah baru-baru ini ‘kan sempat heboh kasus ‘perkosaan’ cewek sama cowok. Atau bisa juga sesama cewek atau sesama cowok.

3. Pelakunya gak selalu orang yang punya kelainan seks
Pelaku PS gak identik sama orang yang punya kelainan seks. Malah dari hasil riset terbukti kalo sebagian besar pelaku PS itu orang yang normal banget secara seksual. Jadi jangan anggap semua orang yang punya kelainan seks bakal jadi pelaku PS.

JADI PRIA SEJATI, STOP PS!
Selama ini kita mungkin sering denger ato baca di mana-mana, kalo mo mencegah pelecehan seksual, pasti pihak cewek yang kena banyak ‘jangan’-nya, contoh: Jangan keluar malam-malam, jangan pake baju yang kependekan, jangan pernah pergi sendirian, en masih seribu satu ‘jangan...’ lainnya. Gimana dengan pihak cowoknya? Padahal ‘kan mayoritas pelaku PS itu cowok! Jadi siapa yang mestinya dikasih tau ‘jangan ini, jangan itu’? Ya dua-duanya, ya ceweknya, ya cowoknya juga. Tapi yang pastinya ‘jangan’nya cowok beda sama ‘jangan’nya cewek.

Masalahnya di masyarakat kita sekarang, gak banyak orang yang ngerti tentang hal ini, makanya PS masih aja merajarela. Soalnya yang dikasih tau ‘jangan ini’, ‘jangan itu’, cuman cewek doang, sementara cowoknya kayak dibiarin bebas gitu. Makanya kesannya cowok itu gak tersentuh, bisa berbuat semaunya. Padahal ‘kan sebenarnya gak gitu. Ada aturannya lagi. Nah supaya kondisi kayak gini gak terus-terusan keulang terus, dibuatlah organisasi-organisasi khusus yang emang tujuannya melatih para cowok biar jadi pria sejati. Kalo udah jadi pria sejati, kejadian kayak gini diharapkan gak perlu keulang lagi. Makanya mumpung kita masih muda, gak ada salahnya kita ikutan organisasi pria sejati kayak gini, kita juga bisa ikutan program yang buat youth-nya.

Nah buat GF!ers cowok yang pengen jadi pria sejati, GF! rekomendasiin ikut. Di Indonesia ada dua organisasi pria sejati yang terkenal, Vibrant Men’s Ministry (VMM) sama Christian Men’s Network (CMN), dua organisasi tadi biasanya suka kerjasama dengan gereja-gereja lokal buat ngadain pelatihan-pelatihan khusus cowok. Makanya buka mata, buka telinga, jangan sampe ketinggalan en jadilah pria sejati, ok!

JADI COWOK SEJATI ANTI PELECEHAN
Inner healing
Kebanyakan pelaku PS itu ternyata orang-orang yang punya masalah di dalam jiwanya: luka batin, kurang kasih bapa, punya gambar diri yang salah, gak pede, dll. Jadi cara penyembuhannya ya sembuhin dulu jiwanya. Gimana caranya? Inner healing ato kesembuhan luka batin. Inner healing bisa dilakuin sendiri ato minta bantuan orang lain. Kalo mo lakuin sendiri, sering-seringlah datang sama Tuhan en minta kasihNya meliputi kita. Sedikit demi sedikit kalo kita lakuin hal itu terus-terusan hati kita bakal dipulihkan. Or kita bisa minta bantuan hamba Tuhan yang emang punya spesialisasi di bidang inner healing.

Cuci otak
Kenapa bisa terjadi PS? Biasanya berawal dari pikirannya yang kotor. Terbiasa mengkonsumsi gambar porno misalnya atau mendengar cerita tak senonoh. Dari pikiran terus jadi tindakan. Kalo pikirannya kotor, kata-kata sama perbuatannya juga bakal kotor. Kenapa pikirannya kotor? Soalnya biasa mikir yang kotor-kotor. Jadi gimana cara bersihin pikiran yang kotor? Biasain buat mikirin hal-hal yang baik-baik. Jangan mikirin hal-hal yang porno, ato kotor lagi. Susah? Awalnya aja, lama-lama kebiasaan juga kok. Tips: pas pikiran kotor mampir, segera alihkan pada pikiran yang lain yang positif, atau segera pikirkan en katakan kata-kata yang bisa mengingatkan kita pada Tuhan, misalnya ‘kudus!’ atau ‘darah Yesus’ atau ‘haleluya’.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Jaga mata dan telinga
Nah, pikiran yang kotor nantinya bikin tindakan yang kotor juga. Pikiran kotor itu biasanya gara-gara nonton ato denger yang kotor-kotor. Kata Dr. Jonathan David juga semua yang ada dalam pikiran kita itu dipengaruhi sama apa yang kita denger sama kita liat. Kalo kita biasa liat gambar-gambar porno, baca komik porno (ato semi porno), denger lelucon porno, pikiran kita juga bakal ikutan kotor. Makanya jaga mata sama telinga kita, karena itu adalah dua sumber utama yang bisa meracuni pikiran kita.

Punya komunitas yang sehat
Lingkungan terdekat tempat kita bergaul bakal nentui bakal jadi apa kita nantinya. Mo orangnya sealim apapun kalo biasa gaulnya sama orang yang jahat, cepat ato lambat biasnya bakal ikutan jahat. Kalo kita biasa gaulnya sama orang yang cabul, kita bakal ikutan jadi cabul juga. Makanya dengan siapa kita bergaul itu penting banget, karena itu bakal nentuin bakal jadi apa kita nantinya. “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)

Perlakukan cewek dengan murni
Gimana cara cowok seharusnya memperlakukan cewek? Ada ayat di Alkitab yang dengan jelas mengajarkannya, “...Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. (1 Timotius 5:1b-2). Kita-kita (cowok) harus memperlakukan cewek layaknya kita memperlakukan adik cewek kita atau ibu kita. Masa kan kita berpikir ngeres kalo ngeliat adik kita? Masa kan kita melecehkan ibu kita sendiri? Perlakukan mereka dengan penuh kemurnian, nggak memandang rendah, nggak melihat mereka sebagai obyek seks, menghormati mereka dan menjadi imam yang dapat membimbing mereka. Itu baru cowok sejati, man!

MENGHADAPI PELECEHAN SEKSUAL
Pelecehan seksual bisa terjadi dimana aja, di lingkungan keluarga, di sekolah, dsb. Tapi banyak kejadian pelecehan seksual terjadi di dunia kerja atau di kantor. Nah, secara umum, seharusnya setiap perusahaan punya kebijakan terperinci mengenai perilaku atau pernyatan apa yang dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual, plus sanksi-sanksi yang akan diberikan pada si peleceh. Perlu ada pula prosedur pelaporan, penyediaan konselor, dan kepastian bahwa informasi akan dijaga konfidensialitasnya.

Hal-hal yang bias kita lakukan ketika terjadi pelcehan seksual di tempat kerja:
- Katakan TIDAK! dengan tegas, katakan kepada pelaku bahwa tindakannya tidak dapat kita terima. Jika kita nggak mampu mengatakan secara verbal maka kita bisa menyampaikannnya melalui surat, email, memo atau SMS.
- Catat atau buat jurnal kejadian, yang menceritakan secara tepat dan terperinci apa yang terjadi (termasuk tempat, waktu, pelaku, tepatnya apa yang dilakukan dan/atau dikatakan si pelaku). Lebih bagus lagi kalo ada rekamannya atau bukti-bukti seperti surat atau catatan yang menunjukkan pelecehan.
- Cari Informasi tentang si peleceh dari orang-orang sekitarnya, apakah hal ini pernah terjadi sebelumnya, apakah mereka pernah menjadi korban pelecehan si peleceh, atau apakah ada orang yang pernah keluar tanpa sebab jelas setelah bekerja dengannya, dll.
- Buat pernyataan tertulis kepada si peleceh bahwa kita nggak suka dengan perilakunya. Gambarkan secara spesifik perilaku apa yang tidak kita sukai. Simpan copy surat itu.
- Hubungi atasan, jelaskan apa yang terjadi. Dan kalo menyerahkan dokumentasi, simpan semua copy asli dari dokumentasi kita.
- Bicarakan kejadian tersebut dengan orang-orang yang bisa kita percayai, atau laporkan kepada atasan atau pihak berwenang di perusahaan anda dan pastikan bahwa laporan kita ditindaklanjuti.
- Kalo laporan kita nggak mendapat perhatian dari perusahaan maka laporkan pada pihak kepolisian.

P3KS (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL)
Gimana kalo misalnya salah satu teman kita adalah korban PS. Apa yang mesti kita lakuin? Nah menurut Kak Dahlia dari Victory Outreach ada beberapa langkah penting yang bisa kita lakuin buat menolong korban PS.

Pertama Be a friend. Korban PS itu biasanya cenderung trauma en narik diri dari pergaulan. Makanya langkah pertama yang mesti kita lakuin, jadi temannya. Jangan juga langsung kasih komen negatif, kayak ‘Ih jijik ya.’ Ato ‘Kaciiian deh lu.’ Wah bisa tambah runyam tuh. Jadi teman maksudnya ya jadi teman. Orang yang bisa diajak curhat, bisa jaga rahasia (gak ember).

Kedua be a listener. Maksudnya kita jadi pendengar buat cerita mereka. Cuman dengerin doang, jangan kasih komen apa-apa dulu.

Ketiga Inner healing. Nah kalo kita udah bisa jadi teman en korban PS itu juga udah merasa aman sama kita, baru kita mulai layani dia. Coba tanya baik-baik boleh gak kita doain dia, ato keberatan gak kalo diajak ke rumah pemulihan yang emang khusus menangani korban PS. BTW, jangan lupa juga ‘kenalin’ Yesus sama mereka. Inget loh cuman Dia doang yang bisa sembuhin hati mereka yang terluka.

Keempat make a home. Kita mesti ciptain sebuah rumah buat korban PS. Kebanyakan dari mereka itu orang yang biasanya tertolak. Makanya penting banget buat kita ciptain sebuah komunitas yang kayak rumah buat mereka, tujuannya supaya mereka merasa aman en juga bisa saling dukung satu sama lain.

Kak Dahlia juga kasih tau kalo semua kita bisa lagi nolongin orang yang jadi korban PS, gak perlu ikutan program apa dulu, yang penting punya hati. Tapi kita juga mesti inget kalo manusia itu unik. Gak semua orang bisa nyambung sama kita. So liat-liat juga kalo mo nolongin, nyambung gak sama orangnya...

Untuk melihat kesaksian-kesaksian korban dan pelaku pelecehan seksual kamu harus beli majalahnya, hehe. Hubungi redaksi.

COVER EDISI #94


PERSONAL REVIVAL

‘Kenapa sih kok loe keliatannya lesu banget akhir-akhir ini?’ Tanya Andi sama Budi.
‘Ya, maklum aja, Di. Loe tau’kan gue banyak kerjaan, terus ortu gue juga lagi ribut. Jadi wajar aja dong...’.

‘Kenapa sih kok kalian gak berapi-api lagi kayak dulu?’ Tanya Cika sama anggota persekutuannya.
‘Ya, wajar aja dong, kak. ‘Kan udah lama banget sejak kita lahir baru. Jadi wajar aja dong kalo kita gak semangat lagi kayak dulu.’

WAJAR? Apakah benar suatu hal yang wajar kalo orang Kristen udah beberapa waktu jadi melempem, gak semangat lagi buat ikut Tuhan? Apa wajar kalo orang Kristen udah lewatin beberapa waktu tertentu tiba-tiba menghilang dari ‘peredaran’ di ibadah? Apa wajar kalo orang Kristen hidupnya naik turun? Kadang semangat buat melayani Tuhan, kadang nggak? Hmmm… Apa itu wajar?

Jawabannya TIDAK. Di Alkitab gak pernah ada ayat yang bilang kalo orang Kristen udah beberapa waktu bakal kehilangan semangat, api ato gairah buat melayani Tuhan. Sebaliknya Alkitab penuh sama ayat-ayat yang bilang kalo orang Kristen itu harusnya terus menerus ‘panas’, berapi-api buat Tuhan, tetap semangat melayani Dia.

So, kalo kita hari ini anggap itu kewajaran buat mundur sebentar dari Tuhan, jangan lagi. Ingat loh Tuhan udah tetapin kita buat terus naik en bukannya turun (Ulangan 28:13), jadi jangan pernah anggap wajar yang namanya kemunduran rohani.

AWAS VIRUS L3N1!
Kalo kita sempat heboh sama virus H5N1 yang bisa bikin orang sama unggas kena flu burung, di alam roh si iblis juga lagi sibuk nyebarin virus L3N1 di kalangan anak Tuhan yang sungguh-sungguh. Apaan tuh L3N1? Lemah-Letih-Lesu-Negatif! Virus ini emang cuma nyerang anak Tuhan yang lagi berapi-api buat Tuhan. Yang bahayanya kebanyakan anak Tuhan gak sadar kalo mereka udah kena virus 3LN1 ini. Kalo GF!ers liat ada orang dengan ciri-ciri kayak dibawah ini artinya mereka udah kena virus L3N1:

· Tiba-tiba jadi males buat terlibat sama hal-hal rohani
· Tiba-tiba jadi gak semangat lagi buat hal-hal rohani
· Tiba-tiba jadi bosan sama hal-hal rohani
· Kehilangan semangat buat lakuin kegiatan rohani
· Masih lakuin hal-hal rohani tapi asal aja (jadi kebiasaan)
· Pikiran dan pandangannya jadi negatif dan pesimis, gampang nyerah.
· Ngerasa jauuuh banget sama Tuhan

Nah perhatiin deh orang-orang yang sekarang lagi berapi-api buat Tuhan, apa mereka masih berapi-api setelah 1 bulan? 1 taun? Kalo mereka keliatannya masih berapi-api tapi gak kerasa apinya ato yang lebih parah kalo mereka udah gak berapi-api lagi, itu artinya mereka udah kena serangan virus L3N1.

KENAPA BISA KETULARAN?
Kenapa virus L3N1 cuma nyerang orang yang berapi-api sama Tuhan? Soalnya orang-orang kayak gini ini yang punya potensi bikin kekacauan di dunia iblis, makanya mereka itu mesti ‘dibungkam’ dulu biar gak jadi ancaman.

“Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" (Kisah 19:15)

Kalo suatu hari di dalam pertemuan para iblis disebutkan nama kita, kira-kira apa respon para iblis itu? Apakah kita merupakan ancaman bagi mereka? Atau “Ah, orang ini sih biarin aja, gak bakalan ngaruh sama kita kok” jawab si iblis. Apakah kita bisa kayak Ayub, yang saking salehnya sampe-sampe si iblis merasa terancam en ingin mencobainya. Tapi jangan kuatir, “…sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4b). Cukup sadari dan hidupi firman tersebut.

Nah, yang jadi pertanyaan kenapa kita kok bisa kena virus L3N1? Ada banyak penyebabnya:

· Buka celah
Kenapa bisa kita bisa kena serangan iblis? Salah satu alasannya karena kita tanpa sadar suka buka celah buat si iblis masuk dalam hidup kita. Contoh paling gampang itu cerita waktu Hawa digoda sama iblis. Kenapa anak muda kayaknya gampang banget ‘naik-turun’? Soalnya suka buka celah sih. Apa celahnya? Dia dengerin kata-kata iblis. Kata-kata iblis belum tentu ‘tentang yang jahat-jahat ato kesannya negatif’ aja loh. Kadang, kata-kata iblis itu ‘manis en positif bangeeet.’ So uji segala semua (I Tesalonika 5:21), jangan buka celah. Sebisa mungkin jangan bikin kesalahan yang bisa bikin si iblis masuk. “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27)

· Gak hidup sesuai Firman
Tuhan kasih jaminan sama kita kalo kita hidup sesuai firmanNya yang udah Dia tulisin di Alkitab, kita bakal beruntung, sukses, pokoknya hidup kita bakal baik. Gak percaya? Baca aja Ulangan 28:13 ato Yosua 1:7-8. Nah kalo hidup kita gak sesuai dengan firman Tuhan, gak heran kalo kita bakal jadi sasaran empuk si iblis. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9)

· Gak jaga kesehatan
Ini yang sering orang Kristen lupa. Mereka jaga kesehatan rohnya, tapi gak jaga kesehatan tubuhnya. Jangan lupa, tubuh kita itu kayak wadah buat roh kita. Kalo ada sesuatu yang terjadi sama tubuh kita itu bakal berpengaruh sama keadaan roh kita. Contoh paling gampang, kalo kita sakit, mau melakukan kegiatan rohani jadi gak bisa, mau doa ingetnya idung meler, mau nyembah pinggang sakit, dan roh kita bakal rentan kena serangan iblis, soalnya tubuh kita -yang adalah benteng pertahanan pertama buat roh kita- lagi lemah, makanya si iblis bisa masuk en nyerang. So jaga tubuh, jangan sakit. Jaga kesehatan. Jaga roh. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (I Korintus 6:19)

· Burn out
Biasanya nih, biasanya ya.. orang yang lagi berapi-api buat Tuhan suka jadi kayak Marta, jadi seksi sibuk. Lakuin ini, lakuin itu. Padahal bukan itu yang Tuhan pengen. Ujung-ujungnya orang yang kayak gini bakal burn out ato kecapean, abis energi. Kalo udah gitu, dengan gampang si iblis bisa nyerang kita. Makanya waktu kita lagi berapi-api sama Tuhan, pastiin kita lakuin kehendak Tuhan, biar gak burn out.

“Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:40-42)

PERTOLONGAN PERTAMA PADA VIRUS L3N1
Seandainya kita or ada teman kita yang kena serangan virus L3N1, apa yang mesti kita lakuin? Nah, kalo itu kasusnya kita mesti cepetan minum ‘pil dopu /doa puasa’. Seperti yang dibilangin sama Steven Agustinus di bukunya, Membangun Manusia Roh, ‘saat kita mulai kehilangan aktivitas rohani dalam diri kita, itu saatnya kita harus mulai berpuasa!’. Nah dosis ‘pil dopu’ yang mesti kita ‘minum’ beda-beda tergantung sama berapa parahnya kita kena virus L3N1. Bisa jadi kita mesti minum ‘pil dopu’ buat sehari, dua hari, ato tiga hari ato lebih, pokoknya sampe kita merasa sampe ada perubahan dalam roh kita. Sampe kita merasa ada api Tuhan lagi dalam diri kita baru kita berenti.

PENCEGAHAN
Ada pepatah yang bilang, ‘lebih baik mencegah dari pada mengobati’. Nah sebelum kita kena serangan virus L3N1, ‘kan lebih baik kita mencegah serangan virus L3N1 sama diri kita. Nah cara mencegah serangan virus L3N1 sebenarnya gampang-gampang susah. Buat mencegah serangan virus L3N1 kita mesti punya antibodi dalam roh kita yang namanya personal revival.

Personal revival itu mesti kita dapatin sendiri dari Tuhan. Gak bisa kita minta orang lain buat dapetin personal revival buat kita. Soalnya, sesuai namanya, personal revival itu sifatnya ya personal ato pribadi, jadi gak bisa diwakilkan sama orang lain.

Dari mana kita tau seseorang itu punya personal revival ato nggak? Kita bisa liat dari ciri-cirinya. Nah sekarang GF! kasih liat kayak gimana sih ciri-ciri personal revival yang asli...

· Personal revival ≠ semangat
Salah satu ciri orang yang mengalami revival itu orangnya jadi bersemangat. Tapi bukan artinya semua orang yang semangat lagi mengalami revival. Bisa jadi emang bawaan orangnya bersemangat ato ada satu dua hal yang bikin dia semangat. Semangat yang asalnya dari diri sendiri bisa ilang, tapi kalo semangat karena emang lagi mengalami revival susah ilangnya.

· Personal revival ≠ mengalami kasih mula-mula
Waktu baru bertobat biasanya kita jadi senang banget sama semua yang sifatnya rohani. Kita jadi rajin doa, baca Alkitab, ke gereja, dsb. Ato kalo bahasa kerennya kita itu lagi mengalami ‘kasih mula-mula’ sama Tuhan. Nah, revival itu gak sama dengan kasih mula-mula yang kita alami waktu pertama kali bertobat. Emang ada beberapa ciri yang mirip tapi tetap aja bukan.

· Personal revival ≠ karunia roh
Gimana rasanya doain orang sakit, terus orangnya sembuh? Ato gimana rasanya ada orang kesurupan kita usir setannya pergi? Wah rasanya kaya jadi Tuhan aja. Tapi biar biar katanya semua karunia roh bekerja dalam hidup kita, belum tentu kita lagi mengalami revival. Soalnya revival sama karunia roh itu beda.

· Personal revival ≠ punya pengalaman rohani sama Tuhan
Gimana rasanya ya kalo kita tiba-tiba dibawa Tuhan ke surga? Ato kita dikasih liat sama Tuhan kejadian yang akan datang kaya Yohanes? Ato tiba-tiba Tuhan Yesus muncul di depan kita terus bilang, ‘Halo anakKu, apa kabar’? Pasti senang, bangga, pokoknya luar biasa banget deh perasaan kita. Tapi biar kita katanya diajak Tuhan bolak-balik surga bumi, ato dapat penglihatan yang gimana gitu... tetap aja itu bukan revival.


PERSONAL REVIVAL ITU...
· Mati en hidup lagi
Yang namanya revival itu asal katanya dari revive (hidup kembali) artinya dulu kita pernah mati trus sekarang hidup lagi. Itu baru namanya revival. Nah secara rohani, kita bisa bilang kita mengalami revival kalo secara rohani kita merasa mati, kering, garing, gak bergairah en secara tiba-tiba Tuhan menjamah hidup kita en buat kita merasa ‘hidup’ lagi. Itu baru revival.

· Perubahan yang radikal
Yang namanya revival itu selalu ada perubahan. Gak ada revival yang gak merubah sesuatu. Revival selalu bawa perubahan. Jadi kita bisa bilang kalo kita mengalami revival kalo kita mengalami perubahan, en perubahannya juga radikal, contohnya dari yang dulunya biasa merokok, tiba-tiba dalam satu hari langsung berenti merokok.

· Pertobatan yang sungguhan
Di mana-mana, mulai dari zaman Alkitab sampe zaman sekarang, revival itu selalu ditandai sama pertobatan yang sungguh-sungguh dari orang yang mengalaminya. Gak bisa ada orang ngaku mengalami revival tapi dianya gak bertobat sungguh-sungguh. Yang namanya revival itu selalu menghasilkan pertobatan yang daleeem banget, sampe orangnya berubah 180 derajat.

· Dapetin apinya Tuhan
Revival itu bisa diumpain kayak api. Kita dibakar sama apiNya Tuhan. Itu revival. Kita bukan cuma dibakar, tapi kita jadi api itu sendiri en kita bisa bakar orang lain juga. Nah itu baru namanya revival.

GET THE FIRE...
Ok, sebelum kita bahas gimana caranya ngalamin personal revival, kita mesti tau dulu dua hal penting: satu, itu gak terjadi di KKR ato di persekutuan. Ya, kita bisa rasain api Tuhan di KKR, kita bisa dijamah Tuhan waktu di KKR, tapi itu gak bakal tahan lama, en sifatnya cuma sementara. Personal revival itu baru bakal terjadi kalo kita mempersembahkan tubuh kita sama Tuhan di waktu-waktu yang emang kita khususin buat Tuhan. Dua, personal revival itu gak terjadi dalam waktu singkat. Kadang butuh waktu. Soalnya api Tuhan itu baru bakal terjadi hanya kalo kitanya udah siap.

Nah, sekarang ayo kita dapetin apinya Tuhan... gimana caranya? Nih dia...

Pertama, bangun mezbah. Revival itu sering diumpamain kaya api Tuhan yang datang dari langit menyambar korban yang ditaro di atas mezbah. Yang jadi masalah kita itu seringnya cuman mau apinya doang, tapi gak mau membangun mezbahnya. Kalo mau apinya Tuhan, ya kita mesti sediain tempat buat dibakar sama api itu, yaitu mezbah. Di Alkitab kalo kita baca, Tuhan gak pernah kirim apiNya kalo gak ada mezbah. Contoh aja kayak di I Raja-raja 18:32.

Apa maksudnya bangun mezbah? Bukan artinya kita mesti bangun mezbah kaya zamannya Musa. Mezbah itu bicara soal tempat. Artinya kita mesti punya tempat buat api Tuhan. Gimana cara praktisnya? Sediain waktu buat bersekutu sama Tuhan tiap harinya. Karena pas waktu kita bersekutu dengan Tuhan itulah Dia bakal kirim apiNya buat kita.

Kedua, taruh korban di mezbah. Mezbah udah ada, tapi kalo gak ada korbannya, mau bakar apa? Masa mau bakar mezbahnya? Jadi kalo udah ada mezbah, sekarang kita taruh korbannya di atas mezbah. Apa korbannya? Diri kita sendiri.

Apa maksudnya? Bukan cuma sekedar sediain waktu buat bersekutu sama Tuhan tiap hari, kita juga mesti bener-bener total abisin waktu itu buat bersekutu sama Tuhan aja, gak ngerjain yang laen, gak mikirin yang laen, pokoknya waktu itu only for God. Inget aja Elia, abis dia beres bangun mezbah, dia taruh korbannya, baru api Tuhan datang (I Raja-raja 18:33)

Ketiga, persembahannya mesti selalu ada. Nah ini dia tahap yang paling susah. Supaya apinya terus nyala, korbannya mesti terus ada di atas mezbah. Malah kalo zamannya Musa, korban itu dibiarin terus dari pagi sampe sore. Nah hal yang sama, kalo kita mo revival, kita mesti terus-terusan mempersembahkan diri kita sama Tuhan, tiap saat, tiap waktu, tanpa berenti.

Nah, masalahnya di zaman Perjanjian Baru ini, korban yang ada di atas mezbah ini bukan korban yang mati kaya zamannya Musa, tapi korban yang hidup (Roma 12:1), makanya korban itu bisa milih buat turun dari mezbah en kabur. Tapi dia juga bisa milih buat stay di mezbah.

Now, mungkin banyak dari GF!ers yang bingung gimana caranya mempersembahkan diri sama Tuhan tiap hari. Sebenarnya cara mempersembahkan diri yang paling gampang itu adalah dengan taat sama apa yang Tuhan omongin. Soalnya buat kita bisa taat itu gak gampang loh en butuh pengorbanan yang gak sedikit. Makanya waktu kita taat sama Tuhan, kita lagi mempersembahkan diri kita sama Tuhan.

BELAJAR DARI TUKANG SATE
Ok, tadi kita udah belajar gimana caranya dapet api dari Tuhan. Sekarang kita belajar gimana caranya tetap on fire en gak melempem. Nah kalo mo tau caranya paling enak itu kita belajar dari tukang sate. Sambil belajar, perut kenyang makan sate, hehehe. Tapi ini beneran lagi, kita bisa belajar gimana caranya tetap on fire buat Tuhan sama tukang sate (walopun tukang satenya gak sadar). Emang apa aja sih yang bisa kita pelajari dari tukang sate?

1. Dia pake arang buat bakar sate
Pernah gak kepikir kenapa tukang sate pake arang buat bakar sate? Kenapa gak pake kompor gas ato pake microwave aja, biar praktis? Jawabannya biar murah en biar panasnya juga rata jadi satenya juga matangnya pas en juga biar ada aroma khasnya.

Anyway, bukan itu intinya. Yang jadi intinya itu si arangnya sendiri. Kalo mau tetap on fire buat Tuhan, kita mesti jadi arang. Arang itu biar item, tapi istimewa. Salah satu keistimewaannya arang itu bisa nyimpen api. Gimana caranya? Pertama arangnya dibakar terus dibiarin sampe apinya mati. Nah sekarang apinya dimana? Mati? Nggak! Apinya sekarang pindah di dalam arang.

Nah supaya tetap on fire buat Tuhan, kita juga mesti kaya arang tadi, dibakar, dibakar, dibakar terus, terus, terus sama apinya Tuhan sampe kita jadi api juga. Jangan bayangin kejadiannya bakal kaya Sadrakh Mesakh Abednego yang kaya pake AC di tengah dapur api. Api Tuhan itu panasnya bukan maen en menghanguskan apa aja.

Ngomong gampangnya, begitu kita pertama kali dapat api Tuhan, kita bakal merasa semangat, berapi-api, wah pokoknya lautan kusebrangi, gunung kudaki demi Tuhanku. Nah biasanya kalo udah kaya gini bakal datang ‘divisi pemadam kebakaran’-nya kerajaan iblis. Mereka bakal coba segala cara buat padamin api kita. Kalo udah gitu apa api kita bakal padam? Ato apa kita bakal bertahan dibakar terus, kaya arang, sampe kita ‘hangus’? Kalo kita bertahan terus sampe akhir, maka kita bakal jadi arang yang bisa nyimpen api, gak ada yang bisa padamin kita kalo udah gitu, karena kita adalah api itu sendiri. Tapi kalo kita berenti di tengah jalan...ya tanggung sendiri akibatnya. So ayo kita sama-sama jadi arang buat Tuhan, ok.

2. Dikipasin
Suka perhatiin peralatan apa yang gak boleh ketinggalan sama tukang sate selain tempat bakar sate? Kipas! Di mana-mana tukang sate pasti bawa kipas, kalo tukang satenya modern, bawanya kipas angin. Buat apa sih kipas? Ya buat ngipas lah masa buat makan? Nggak, nggak, fungsi utama kipas sebenarnya itu buat nyalain api yang ada di dalam arang biar tambah gede.

Nah gimana supaya kita keep on fire sama Tuhan? Ya api yang didalam kita itu perlu dikipasin lagi biar tambah gede. Gimana cara ngipasinnya? Pake kipas angin? Ya nggak lah. Caranya kita jaga terus hubungan sama Tuhan biar ‘angin surga’ itu bertiup terus dalam hidup kita en bikin api yang ada dalam kita gak mati-mati. Nah jadi gimana dengan saat teduhnya GF!ers? Masih jalan terus ato antara hidup dan mati?

3. Dia pake banyak arang
Pernah gak liat tukang sate bakar satenya cuman pake satu arang doang? Gak akan mateng-mateng tuh satenya. Tukang sate selalu pake banyak arang. Kenapa? Biar lebih cepat matangnya. Selain itu juga kalo arang yang satu udah kurang api, ‘kan bisa dibantu sama ‘rekan’ arangnya yang lain.

Mau tetap on fire? Jangan sendirian. Jangan jauh-jauh dari komunitas kita, mau persekutuan, gereja, sekolah, ato apa aja. Soalnya begitu kita ngerasa api kita mulai padam, kita bisa minta bantuan api dari teman satu komunitas kita. Tapi pastiin juga komunitas kita itu komunitas api, bukan komunitas air. Kalo nggak, padam dong api kita.

4. Dikasih minyak
Apa yang dilakuin tukang sate kalo arangnya udah agak-agak padam? Ada dua pilihan. Pertama dia bakal kipas-kipas terus, ato dia bakal kasih minyak tanah. Nah sama dengan kita. Biar api kita tetap ada, selain dikipasin sama ‘angin surga’ kita juga ‘minyak tanah surga’. Apa ‘minyak tanah surga’ itu? Gak lain gak bukan adalah Roh Kudus. Nah pertanyaannya, apa kita udah penuh sama Roh Kudus hari ini ato Roh Kudusnya udah abis lagi? Kalo kita merasa kekurangan Roh Kudus, minta lagi sama Tuhan, biar kita kembali on fire.


KALO UDAH DAPET PERSONAL REVIVAL TERUS NGAPAIN?
Seandainya kita udah dapat api revival terus ngapain? ‘Kepanasan’ sendirian aja? Sibuk kipas-kipas sendiri, biar apinya gak padam? Or kita langsung buat KKR revival, ajak semua orang biar tau apa yang terjadi sama kita? Ya jangan gitu lah. Kalo kita udah dapat api revival, kita bagiin lagi api itu sama orang di sekeliling kita. Jangan pelit. Inget loh kita udah nerima gratis, kita juga mesti kasih dengan gratis juga. Semakin banyak kita sebarin api ini sama orang lain, makin cepat juga Indonesia bakal alamin revival.

Kalo kita udah dapat api revival, kita juga mesti siap-siap buat menderita. Sejarah udah membuktikan kalo semua orang yang dapat api revival itu pasti menderita. En orang pertama yang bakal menyiksa mereka itu adalah orang terdekat mereka. Jadi begitu kita udah dapat api revival siap-siap aja buat mengalami penderitaan, disalah sangka-in sama orang, disalah mengerti-in sama orang. Itu udah satu paket sama revival.

Kenapa kita mesti mengalami penderitaan kaya gitu? Soalnya di mana-mana juga orang itu gak suka sama perubahan. Sedang revival itu sifatnya ‘kan merubah segala sesuatu. Ya jelas aja mereka gak suka. Kedua, ada faktor iblis juga. Si iblis gak suka liat kita berapi-api soalnya itu mengancam keberadaan dia, maka dia bakal pake semua orang buat stopin kita supaya gak berapi-api lagi. Nah, kalo udah gini, apa kita masih mau revival?

PERSONAL REVIVAL, COUNTRY REVIVAL
Kalo kita liat sejarahnya negara-negara ato kota-kota yang kena revival, selalu dimulai sama satu orang yang mengalami personal revival.Contoh aja, revival di Wales, yang dimulai sama satu orang anak muda yang mengalami personal revival, namanya Evan Roberts. Dari satu orang aja, satu bangsa bisa mengalami revival. Sekarang kebayang gimana kalo satu rumah yang mengalami revival? Gimana kalo satu gereja yang mengalami revival? Gimana kalo satu kota yang mengalami revival? Pastinya satu negara bakal langsung mengalami revival juga.

Personal revival precedes country revival.
Kebangunan rohani pribadi mendahului kebangunan rohani satu bangsa.


DAPAT PEWAHYUAN, DAPAT API
Udah jadi rahasia umum kalo yang namanya anak muda itu semangat, berapi-api melayani Tuhan pas masih kuliah, ato sekolah. Tapi begitu masuk dunia kerja, pssssss... ilang gak tau rimbanya, tau-tau muncul lagi di gereja pas udah merit, jadi jemaat yang mesti dimenagin lagi. Tapi itu sama sekali GAK NORMAL. Yang normal itu waktu masih sekolah berapi-api buat Tuhan, udah masuk kerja masih berapi-api, udah merit mesti lebih berapi-api (soalnya ‘kan udah berdua gak sendirian lagi).

Kenapa bisa ada anak muda yang kayanya berapi-api sebentar terus ilang? Soalnya mereka gak mengalami pewahyuan bahwa Yesus itu Anak Allah. Iya, mereka tau kalo Yesus itu Tuhan yang menyelamatkan, Allah yang berkuasa, Tuhan yang hidup. Tapi itu semua cuma ada di otak doang, bukan di hati.

Kalo kita sampe mengalami pewahyuan bahwa Yesus itu anak Allah, dijamin 100% hidup kita bakal berubah 180 derajat. Contoh aja Paulus. Di Kisah 19 ayat 1 dia masih pengen bunuh orang Kristen, tapi di ayat 20 gara-gara pewahyuan yang dia terima dari Tuhan bahwa Yesus itu Anak Allah, dia langsung bisa kotbah, beritain Injil.

Nah, kalo kita udah dapat pewahyuan yang sama kaya Paulus, dijamin hidup kita gak akan pernah sama lagi. Api yang kita dapat juga bakal terus terjaga, gak peduli mau kita masih jomblo kek, udah kerja kek, ato udah merit sekalipun.

Gimana caranya dapat pewahyuan itu? Cukup percaya aja dengan hati kita. Buka hati buat semua yang Tuhan mau kerjain dalam hidup kita. (http://www.majalahkristen.com/)

COVER #93

HATI-HATI GUNAKAN LIDAHMU

Taukah kamu, kalo kita bisa hidup sempurna kalo kita bisa mengendalikan perkataan kita? Yakobus bilang begitu. “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.” (Yakobus 3:2-5).

BISA DIPAKE APA AJA SIH LIDAH KITA?
“Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya”. (Amsal 18:21 BIS). Biar katanya lidah itu anggota tubuh yang paling lemah (soalnya nggak punya tulang), tapi lidah itu penting banget buat hidup kita. Malah kalo nggak ada lidah, mungkin kita nggak bisa hidup kayak sekarang. So kita bakal liat apa aja sih yang bisa dilakuin lidah?

1. Ngomong
Fungsi utama lidah diciptain Tuhan ya emang buat ngomong. Kebayang nggak kalo kita nggak punya lidah, kita nggak bakalan bisa ngomong lagi. Dunia bakal sepi jadinya.

2. Bedain rasa
‘Hmmm enak ya makanannya.’ Ato, ‘Ah, kurang asin. Tambah garam ah...’ dari mana kita bisa tau rasa ato bedain makanan ini enak ato nggak kalo bukan dari lidah? Ini juga salah satu fungsi lidah yang Tuhan kasih sama kita. Buat bedain rasa, yang enak sama yang nggak enak. Jadi kalo GF!ers nggak bisa bedain rasa, artinya ada sesuatu yang salah sama lidahnya.

3. Mencerna makanan
Gimana kita bisa makan kalo nggak ada lidah? Menurut ilmu biologi lidah itu penting banget dalam proses pencernaan. Dia bantu kita menelan makanan. Dia juga bantu kita mengunyah makanan sampe lumat. Kebayang dong kalo nggak ada lidah, bisa-bisa badan kita jadi sakit, soalnya makanannya nggak dicerna dengan benar.

DARI OMONGAN
Nah, salah satu fungsi lidah yakni buat ngomong ternyata itulah yang disebut berkuasa dalam Amsal 18:21 (“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya,akan memakan buahnya”). Soalnya dari omongan kita bisa:

1. Bikin dosa.
Kebanyakan dosa justru awalnya dari lidah. “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” (Yakobus 3:5). Lidah emang kecil, lemah, letih, lesu, tapi seperti kata Yakobus juga, biar kecil, lidah itu kayak api bisa bikin kebakaran satu hutan. Wah, bahaya. Nah ini GF! kasih contoh dosa apa aja yang bisa ada gara-gara lidah kita.

· Sombong. Orang sombong suka mengumbar-umbar kebisaannya or kemampuannya. Dia nggak tau kalo semua kemampuannya adalah dari Tuhan juga. Dia merasa semua hasil yang dia nikmati sekarang adalah karena kerja keras en usahanya sendiri. Kesombongan emang asalnya dari pikiran, tapi begitu pikiran itu ada, lidah bakal keluarin pikiran itu lewat kata-kata. En jadilah orang sombong. Makanya ati-ati sama apa yang bakal kita omongin. Begitu ada pikiran yang kelintas, coba pikir dulu cara ngomongnya biar nggak terjebak sama dosa sombong. “Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (I Korintus 1:31).

· Munafik. Tau ‘kan orang munafik? Kerjaannya cuman bisa ngomong doang. Udah gitu ngomongnya gede lagi, tapi nggak ada isinya alias nggak sesuai dengan apa yang dilakukannya, bahkan selalu melakukan yang sebaiknya. Misalnya di gereja memuji Tuhan tapi di sekolah bikin malu Tuhan. “…Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Markus 7:6).

· Bohong. “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mazmur 34:14). Bohong itu termasuk salah satu tujuh dosa yang dibenci sama Tuhan (Amsal 6:16-17). Suka ngelebih-lebihin apa yang terjadi juga sama dengan bohong. "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” (I Petrus 3:10).

2. Membunuh orang lain
Nggak salah nih? Gimana bisa kita bunuh orang cuman pake lidah doang? Eh bisa lagi. Emang dengan lidah kita nggak bunuh orang secara langsung, kayak pake pisau, tinggal jleeebb, orangnya mati. Membunuh pake lidah itu emang nggak langsung. Maksudnya orangnya nggak langsung mati, tapi pelan-pelan, ato orangnya hidup tapi sebenarnya dia udah ‘mati’. Gimana caranya kita bunuh orang pake lidah?

· Ngomongin kutuk. Mungkin kita nggak pernah ngerasa ngutukin orang lain, eits jangan cepat-cepat ambil kesimpulan. Mungkin kita nggak pernah secara langsung ngutukin orang. Tapi secara nggak langsung iya. Contoh aja, ‘Ah bodoh lu. Masa gitu aja nggak bisa.’ ato, ‘Dasar lelet, kerjain gitu aja nggak bener.’ ‘Bego lu!’. ‘Dasar monyet lu!’. Ato kata-kata lain yang sejenis gitu itu udah termasuk kutuk loh. Kok bisa? Ya, soalnya waktu ngomong teman kita ‘bodoh, lelet, dll’ kita lagi mengutuki dia. Nah yang namanya kutuk itu selalu membawa kematian. Jadi waktu kita kutuki teman kita sama aja kita bunuh teman kita. Kasian ‘kan? Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.” (I Samuel 2:3) “

· Gosip. Pernah dengar ada orang yang bunuh diri gara-gara digosipin? Banyak lagi. Ato ada banyak kasus orang jadi nggak bisa berkembang dalam hidupnya, pekerjaannya, pergaulannya, gara-gara digosipin. Nah makanya nggak heran kalo gosip sekarang udah jadi senjata pembunuh no 1. So, jangan ngegosip. Kalo emang nggak yakin sama sesuatu hal, ya jangan diomongin. Lebih baik tutup mulut dari pada salah en bikin orang mati. “Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” (Amsal 15:4).

· Fitnah . Kata pepatah juga ‘fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan’. Emang bener lagi. Orang yang kena fitnah itu mungkin nggak mati secara fisik, tapi secara nggak langsung sebenarnya dia mati, soalnya dalam pikiran orang lain, gambaran tentang dia udah jelek aja. Nah dari mana asalnya fitnah? Dari rasa nggak suka. Kenapa nggak suka? Soalnya iri. Kenapa iri? Soalnya nggak puas sama apa yang kita punya. Makanya belajar dong kayak Paulus, ‘aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.’ (Filipi 4:11), biar mo keadaannya gimana juga kita nggak iri sama orang lain en ujung-ujungnya malah bikin fitnah.

· Ngomong yang jelek-jelek tentang orang lain. Ada ‘kan tuh orang yang sukanya ngomongin yang jelek-jelek tentang orang lain. GF!ers jangan deket-deket sama orang kayak gitu, ato yang lebih parah lagi, jangan jadi salah satu dari mereka. Manusia emang nggak sempurna, tapi bukan artinya kita bebas ngomongin kejelekan orang lain. Kalo kita kenal orangnya nggak ada salahnya kita kasih tau orangnya tentang kejelekannya secara baik-baik, empat mata aja, nggak usah disebar-sebarin ke mana-mana. “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” (Amsal 12:18).

· Sumpah serapah. Ada orang yang nggak bisa mengendalikan lidahnya pada saat marah, ucapan sumpah serapah bisa nyerocos keluar nggak terkendali. Selain sumpah serapah itu bisa membuat orang lain jatuh, kita juga kena dosa lho! “…aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa, menuntut nyawanya dengan mengucapkan sumpah serapah!” (Ayub 31:30).

3. Bunuh diri
Bunuh diri nggak usah selalu pake tambang, terus gantung diri di kamar ato ambil pisau, sayat nadi sendiri, ato ambil racun tikus terus diminum. Ada cara yang lebih gampang lagi buat bunuh diri yaitu pake lidah. Bedanya sama cara bunuh diri yang laen, bunuh diri pake lidah mungkin kitanya masih hidup secara fisik, tapi dalam diri kita sebenarnya kita udah mati. Apa aja cara bunuh diri pake lidah?

· Ngutukin diri sendiri. Siapa juga orang yang mo ngutukin diri sendiri? Iya, kalo sengaja emang nggak ada yang mo. Tapi tanpa sadar kita sering mengutuki diri sendiri lagi waktu bilang, ‘Ah dasar gue emang bodoh, bodoh, bodoh. Soal matematika gampang gini aja nggak bisa’ ato waktu bilang, ‘Payah banget sih gue, tau gini...’. Ato kalo ada sesuatu yang buruk terjadi pada kita bilang, ‘Sial deh gua’. Nah jangan lupa yang namanya kutuk itu selalu bawa maut. Artinya kalo kita mengutuki diri kita, kita bakal mati akhirnya. So stop mengutuki diri sendiri. “Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.” (Ayub 15:6)

· Mengeluh. ‘Hhhh, kenapa sih hidup susah amat. Mo beli HP aja susahnya setengah mati.’ Sering denger kata-kata kayak tadi? Ato mungkin ada keluhan lain yang GF!ers sering denger ato ucapin sendiri. Ok, mulai sekarang berhenti mengeluh. Kenapa? Soalnya itu bisa bunuh diri kita. Kok bisa? Soalnya waktu kita mengeluh kita itu kayak lagi nambahin beban yang mesti kita tanggung. Kebayang dong semakin banyak keluhan kita, semakin berat beban yang kita tanggung, lama-lama kita bakal mati gara-gara keberatan. So, berhenti mengeluh, justru bersyukurlah dalam segala keadaan. “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.” (Yudas 1:16).

· Pesimis. Ada orang yang sukanya ngomong negatif aja. Maksudnya bukan artinya yang dia tau cuman satu kata doang, ‘negatif’. Maksudnya orang ini sukanya ngomongin hal-hal yang jelek tentang dirinya dan kayaknya nggak punya harapan alias pesimis. Misalnya, ‘Ah, nggak mungkin aku bisa melakukan ini”. ‘Duh, jangan suruh aku mimpin pujian, pasti jelek!’. ‘Aku nggak mungkin bisa sukses kayak dia’. Dsb. Dkk. Apa yang kita katakan pada diri sendiri itulah akan membentuk pikiran dan akhirnya masa depan kita, hati-hati! “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.” (Amsal 21:23).

4. Bikin hidup lebih hidup
Selain berkuasa bikin hal-hal negatif diatas, lidah juga berkuasa bikin hidup kita lebih hidup, lebih bermakna. Gimana caranya?

· Ngomong yang positif. Siapa sih yang nggak suka sama orang yang kata-katanya sopan, penuh kata-kata positif, nggak pernah ngejelek-jelekkin orang lain, selalu melihat harapan, optimis, selalu melihat kebaikan orang lain, dsb. Pokoknya kalo ngomong sama dia pasti enak, soalnya omongannya selalu tentang yang baik. Nah orang kayak gini pasti bakal disukai banyak orang. Apa sih yang bisa bikin hidup kita lebih hidup kalo bukan teman yang banyak? “Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -- karena hal-hal ini tidak pantas -- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.” (Efesus 5:4)

· Kasih nasehat sama orang. Hidup itu bakal lebih bermakna kalo kita nggak egois. Maksudnya kita nggak hidup cuman mikirin diri sendiri aja, apa yang kita suka. Hidup bakal lebih hidup kalo kita juga perhatiin kebutuhan orang lain. Makanya kalo kita liat ada teman kita yang salah jalan ato bakalan tersesat, nggak ada salahnya kasih nasehat. Orangnya pasti berterima kasih en jadi teman baik kita. Kalo orangnya malah marah-marah gara-gara nasehat kita? Ya salah orangnya sendiri. Yang penting kita udah niat ngebantuin. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (I Tesalonika 5:11).

· Kasih dukungan sama orang. Hidup di dunia itu penuh tantangan, ada banyak masalah ato persoalan yang mungkin bakal kita hadapi. En bukan cuman kita doang, teman-teman kita juga bakal alamin hal yang sama. Nggak ada salahnya dong kita kasih dukungan ato kata-kata pemberi semangat sama teman kita yang lagi dalam masalah, pasti teman kita juga sangat berterima kasih sama kita en bakal jadi teman baik kita udahnya. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29).

· Kasih pujian sama orang lain. John C Maxwell pernah bilang salah satu cara biar punya teman yang banyak dengan kasih pujian. Pujian itu bukan menjilat loh. Pujian itu artinya tulus. Siapa sih yang nggak suka dipuji? So nggak ada salahnya memuji, karena itu bakal bikin orang lebih suka sama kita en ujung-ujungnya bikin hidup kita lebih hidup. “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:19).

· Bersaksi. Buat apa Tuhan bikin lidah kita kalo kita malah malu mengakui en memberitakan kebaikan pencipta kita? “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.” (II Timotius 1:8). Tau nggak sih lo, kalo perkataan kesaksian kita itu bisa dipake senjata buat ngalahin musuh kita yakni si iblis? “Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.” (Wahyu 12:11a).

· Membangun diri sendiri. Maksudnya membangun diri sendiri itu bukan kayak orang membangun rumah, pake batu, semen, dll. Membangun diri sendiri itu maksudnya kita bikin diri kita lebih baik lagi dibandingin sebelumnya, secara rohani. Jangan lupa sebagai orang Kristen, kesuksesan kita bukan ditentuin sama apa yang kita punya ato tau tapi sama kerohanian kita. Makanya kita mesti tau gimana caranya membangun diri sendiri secara rohani. Ada banyak cara membangun diri sendiri, tapi yang sekarang mo GF! kasih liat cara membangun diri pake lidah.

1. Baca Alkitab. Cara paling sederhana buat bangun diri kita adalah dengan baca Alkitab, soalnya Alkitab itu makanan buat roh kita. Makanya kita mesti ‘makan’ Alkitab. Nah, omong-omong soal ‘makan’ Alkitab ada beberapa cara ampuh buat ‘makan’ Alkitab yakni (1) Baca Alkitab dengan bersuara. Ps. Peter Tan di salah satu bukunya pernah kasih tau supaya kita baca Alkitab dengan bersuara sampe kedengaran sama telinga kita. Kenapa gitu? Soalnya hal itu bakal membangun iman kita. ‘Kan Paulus juga bilang kalo iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17). Jadi gimana kita bisa punya iman kalo kita denger firman Tuhan cuman seminggu sekali di gereja doang (itu juga kalo nggak ketiduran pas khotbah)?. (2) Doa baca. Maksudnya doa baca itu kita jadiin ayat Alkitab yang lagi kita baca sebagai doa kita. Ato gampangnya kita bisa aja langsung kutip ayat Alkitab jadi doa kita. Contohnya kita lagi baca Kejadian 1:1, ‘Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi.’ Jadi kita bisa berdoa kayak gini, ‘Ya Tuhan aku percaya, Kau menciptakan langit dan bumi.’ Apa tujuannya? Membangun iman. Karena waktu kita doa baca kita lagi ngomongin firman Tuhan en telinga kita mendengarnya en lahirlah iman.

2. Memperkatakan firman. Suka baca Alkitab emang bagus, tapi baca doang nggak cukup. Setelah itu kita harus memperkatakan firman itu. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8).

Firman Tuhan itu disebut sebagai pedang Roh, senjata ampuh mengalahkan musuh. Waktu iblis membuat kita merasa kuatir, kita bisa perkatakan firman Tuhan tentang kekuatiran agar iman kita tumbuh dan kekuatiran kita hilang. Begitu juga kalo kita menghadapi masalah-masalah lain. “…dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17)

Firman Tuhan itu juga kayak pedang bermata dua, selain bisa membangun orang lain juga bisa membangun diri kita sendiri. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)

PUJILAH TUHAN!
Salah satu fungsi (bahkan yang terpenting, bo!) dari lidah kita adalah untuk: memuji Tuhan!! Kenapa kita memuji (praise) TUHAN dan menyanyikan pujian (sing praise) bagi TUHAN? Karena kita udah merasakan kebaikan TUHAN di dalam kehidupan kita. Orang yang “menyanyikan pujian” kepada TUHAN, tapi orang itu belum merasakan kebaikan-NYA, maka yang dilakukannya itu sebenernya belum bisa disebut ‘memuji’ TUHAN. Dia cuman menyanyikan lagu rohani. Hanya orang yang telah menikmati kebaikan Tuhanlah yang bakalan mampu memuji TUHAN, dan akan menyanyikan pujian bagi-NYA dengan segenap perasaan. Nah, lidah kita juga jangan cuman bisa dipake buat nyanyi doang, tapi juga memuji dengan segenap hati!

Dengan memuji Tuhan, kita juga bisa membawa jiwa padaNya lho, “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.” (Mazmur 40:4). Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari. Mazmur 51:17 Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! (Mazmur 35:28)

MANAJEMEN LIDAH
Hati-hati gunakan lidahmu
Hati-hati gunakan lidahmu
Karena Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan lidahmu

Tau ‘kan lagu sekolah minggu itu. Lagunya emang sederhana, tapi dahsyat man. Liriknya itu dalem banget boo... kita emang mesti ati-ati pake lidah kita. Kenapa? Soalnya kayak kata Amsal juga, ‘Hidup dan mati dikuasai lidah’ (Amsal 18:21). Bayangin man, hidup dan mati, ada di mulut kita. So hati-hati gunakan lidahmu.

Nah nyambung sama soal hati-hati dengan mulut, ada baiknya kalo kita belajar manajemen lidah. Apaan tuh? Maksudnya kita mesti belajar me-manage (mengatur) mulut kita. Apa aja yang mo kita omongin biar kata-kata yang keluar dari mulut kita itu bisa bikin orang ‘hidup’

1. Mikir dulu sebelum ngomong.
Kadang kita suka ngomong dulu baru mikir. Padahal mestinya yang kita lakuin itu kebalikannya. Mikir dulu sebelum ngomong. Belajar ambil waktu beberapa detik aja (nggak usah lama-lama) buat mikir dulu apa yang bakal kita omongin. Dijamin kalo kita mikir dulu sebelum ngomong, kata-kata kita juga bakal lebih berguna. Dan luangkan waktu untuk mendengar dulu sebelum mengambil kesimpulan. “Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.” (Amsal 18:13).

2. Minta bantuan Tuhan.
Siapa lagi yang bisa bantu kita supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita lebih ‘hidup’ kalo bukan Dia yang nyiptain mulut kita? Makanya nggak ada salahnya kalo kita minta bantuan Tuhan buat menjaga mulut kita supaya kata-kata yang keluar itu adalah kata-kata yang bawa ‘hidup’ en bukannya ‘kematian’. Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3)

3. Jaga hati
Apa yang keluar dari mulut, asalnya dari hati. Jadi kalo mo punya kata-kata yang ‘hidup’, pastiin dulu hati kita juga penuh sama ‘kehidupan’. Kalo hati kita ‘kotor’ kata-kata yang keluar dari mulut kita juga pasti kotor. Jadi biar kata-kata kita bawa ‘hidup’ pastiin dulu hati kita bersih. (Kalo mo tau caranya jaga hati, baca ‘Hati →mulut’) “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

4. Latihan
Cara terakhir en paling ampuh adalah latihan. Kita mesti latih mulut kita tiap hari buat ngomongin hal-hal yang baik. Sekali dua kali salah, masih OK. Tapi jangan nyerah. Latih terus diri kita buat ngomongin hal-hal yang positif, oke!

HATI → MULUT
‘Ih, kenapa ya si Budi kalo ngomong selalu kasar aja ya? Padahal ‘kan udah diomongin sama ibu guru. Malah udah sering dihukum. Tapi tetap aja ngomong kasar.’

Yup. Kenapa ada orang yang udah digimanain caranya, masih aja suka ngomong kasar? Mungkin teman-teman GF!ers di sekolah seperti itu. Kenapa mereka bisa seperti itu? Jawabannya karena hati mereka nggak bersih. Loh apa hubungannya? “Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati” (Matius 15:18). So, udah jelas ‘kan kalo ada kata-kata kotor ato kasar keluar dari mulut seseorang, asalnya pasti dari hatinya. Artinya hatinya nggak bersih ato kotor. Jadi percuma aja. Mo dihukum 1001 macam hukuman juga nggak akan ada bedanya. Soalnya yang mereka butuhin itu sebenarnya cuci hati.

Gimana caranya cuci hati? Cuman Roh Kudus yang bisa melakukannya. Minta Roh Kudus mencuci hati kita. Tapi kalo udah cuci hati nggak dijaga supaya tetap bersih ya sama aja boong. Nah makanya biar nggak ada omongan kotor yang keluar dari mulut kita, jaga hati tetap bersih. Gimana caranya? Nih dia...

· Jangan salah gaul
Loh apa hubungannya jaga hati sama pergaulan? Eits jangan salah, dengan siapa kita bergaul, bakal nentuin kayak apa keadaan hati kita. Kalo kita gaul sama orang yang pemarah, kita juga bakal ikutan jadi pemarah. Kalo kita gaul sama orang yang malas, kita bakal ikutan malas. Jadi bergaulah sama orang yang kita tau nggak bakal kasih dampak buruk sama kita. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (I Korintus 15:33)

· Jaga mata dan telinga
Gimana caranya hati kita bisa ‘kotor’? Dari apa yang kita dengar en liat. Semua yang kita dengar en liat itu bakal masuk dalam hati kita. Kalo yang kita liat ato denger tiap hari itu hal-hal yang jelek-jelek (contohnya gosip) nggak heran kalo hati kita bakal ‘kotor’. “Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.” (Amsal 23:12)

· Baca firman
Firman Tuhan emang serba guna. Salah satu manfaatnya, firman itu bisa bersihin hati kita. Nggak percaya? Coba baca aja Yohanes 15:3 ‘Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.’ Waktu kita baca firman Tuhan sebenarnya kita lagi mencuci hati kita. Jadi sering-seringlah baca firman Tuhan. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9)

· Minta tolong Tuhan
Ada yang sanggup menjaga hatinya setiap hari supaya nggak ada hal-hal jahat masuk? Mana mungkin... nggak ada satu orang pun yang bisa seratus persen sempurna menjaga hatinya sendiri. Makanya kita butuh bantuan Tuhan buat lakuin hal ini. Nggak usah gengsi minta tolong Tuhan buat menjaga hati kita. Karena emang cuman Dia yang sanggup kok. “Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.” (Mazmur 119:29)

DASAR BODO LU!
Ada kesaksian dari seorang anak yang dari kecil suka ‘dibodo-bodoin’ (maksudnya suka dibilangin ‘bodoh kamu, gitu aja nggak bisa’, ‘Dasar anak bodoh!’) sama orang tuanya, begitu udah gede dia jadi bodoh beneran. Serem ya... ternyata apa yang orang lain omongin sama kita bisa kejadian. Yup. Itu sebabnya kita mesti ati-ati sama apa yang kita omongin. Soalnya apa yang kita omongin sama orang lain itu bisa kejadian loh. Kenapa bisa gitu? Sebenarnya sih ini ada hubungannya sama fungsi otak kita.

Jadi begini ya, kata para ahli nih, waktu kita dengar sesuatu, otak kita bakal otomatis bikin klasifikasi (pembagian). Apa yang kita denger ini penting, setengah penting ato nggak penting sama sekali. Kalo yang kita denger itu termasuk kategori penting ato setengah penting, omongan itu langsung di-save. Tapi kalo menurut otak itu masuk kategori nggak penting, omongan itu bakal langsung di-delete.

Masalahnya kalo kita denger sesuatu yang sama berkali-kali, otak bakal pikir kalo itu adalah informasi yang masuk kategori penting. Jadi kalo kita tiap hari ‘dibodo-bodoin’, otak bakal anggap itu informasi penting en di­-save. Yang lebih parahnya, informasi yang dianggap penting itu biasanya sama otak suka dimasukkin ke dalam alam bawah sadar kita, dimana yang namanya karakter en sifat dibentuk. Makanya nggak heran kalo tiap hari ‘dibodo-bodoin’ lama-lama kita bakal jadi bodoh beneran.

Nah makanya buat GF!ers yang suka ‘dibodo-bodoin’, ato ‘dipayah-payahin’, ato dibilangin yang jelek-jelek, jangan mo terima. Langsung kasih ‘serangan balasan’, bilang, ‘Dalam nama Yesus aku nggak bodoh.’ ‘Dalam nama Yesus aku nggak payah.’ Jangan biarin kata-kata itu masuk dalam otak kita, oke.

Trus gimana kalo udah terlanjur ‘dibodo-bodoin’ dari kecil? Nggak ada kata terlambat. Tetap lancarkan ‘serangan balasan’ tiap hari! Bilang sama diri kita sendiri, ‘Dalam nama Yesus aku nggak bodoh!’, bangun gambar diri yang benar, cari tau tujuan hidup kita dari Tuhan en alami perubahannya.

TWO FACES
‘Ah gitu aja masa nggak bisa, dasar payah. Bodoh lu!’ kata Anita sama Beni. Omongan Anita itu bukan sama Beni doang, tapi sama semua temannya yang nggak bisa lakuin hal yang gampang Anita suka ngomong gitu. Padahal di gerejanya Anita itu udah masuk pelayanan jadi worship leader. Nggak sedikit teman-temannya Anita yang kecewa sama sikap Anita yang kayak gitu.

Guys, kalo kita mo jujur, orang kayak Anita itu sebenarnya banyak loh di sekeliling kita. Ada banyak orang yang kayaknya kalo di gereja yang omongannya luar biasa rohani, tapi di luar gereja ampun... deh omongannya. Kenapa ya bisa ada orang kayak gitu? Ini yang Alkitab sebut ‘lidah yang bercabang’. ‘Lidah yang bercabang’asalnya dari pikiran en hati yang bercabang. Jangan lupa, apa yang keluar dari mulut itu asalnya dari hati en pikiran kita. “Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” (Yakobus 1:26)

Apa itu pikiran en hati yang bercabang? Maksudnya hati en pikiran kita setengahnya cinta Tuhan tapi setengah lagi masih suka sama hal-hal duniawi. Kita suka dengerin firman Tuhan, tapi kita juga suka dengerin gosip. Kita suka baca Alkitab tapi suka juga baca buku porno. Makanya nggak heran kalo kata-kata kita di gereja sama di luar gereja beda. Kata Alkitab juga, hal kayak gini nggak boleh terjadi, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” (Yakobus 3:9-10). Makanya supaya hal kayak gini nggak kejadian, kita mesti menetapkan hati buat seratus persen ikut Tuhan, jangan setengah-setengah lagi. (dp).

THE SECRET VS THE BIBLE

Beberapa teman sering nanyain “…udah baca The Secret?”. Bahkan di beberapa gereja saya pernah denger pendeta yang mengkhotbahkannya atau sekedar mengambil bahan kotbah dari buku itu. Ada yang mengaku sukses gara-gara buku itu, ada juga yang menentangnya lantaran dianggap penyesatan. Sebenernya ada apa sih dengan buku itu, sampe-sampe hampir semua orang mau en penasaran buat baca? Lalu banyak juga penerbit dan pengarang yang latah ikut-ikutan memakai The Secret sebagai acuan. Kadang desain sampulnya pun dibikin mirip, dengan warna serba coklat dan dengan segel dari lilin berlogo huruf S. (oleh Yodi Iwan)

“Hati-hati, itu isinya new age banget! Nggak sesuai Alkitab.” Itu komentar yang paling sering muncul kalo kamu ada di lingkungan kristiani. GFresh! dulu pernah bahas sekilas soal new age, yakni aliran yang isinya campur-campur berbagai ajaran agama pagan (agama tradisi, menyembah alam) filsafat dan mistik.

Isi buku ini sebenernya diambil dari film yang memuat komentar banyak tokoh, mayoritas adalah pengarang buku dan pembicara di bidang pengembangan diri dan spiritualitas. Dikompilasi sama pengarang bernama Rhonda Byrne dan dalam dua taon terakhir ini jadi bestseller. Isinya tentang pedoman buat mencapai kesuksesan yang bersumber dari sebuah ‘rahasia’ besar. Konon rahasia ini udah ada sejak dulu, diwariskan turun-temurun dengan tradisi lisan, terangkum dalam berbagai kitab dan ajaran berbagai agama serta filsafat.

Apakah The Secret itu sesat?
Sesat nggak ya? Sesuatu dianggap sesat tergantung dari sudut pandang mana atau siapa, dong. Kalau diliat dari perspektif Kristen en mengacu pada Alkitab, ajaran The Secret patut kita waspadai.

TARIK MENARIK. Kalo diperhatiin, benang merah dari buku itu ada dalam Law of Attraction, alias Hukum Tarik Menarik. Bisa juga disebut sebagai hukum kausalitas or sebab-akibat. Dalam Alkitab, kita diajarin buat meyakini adanya hukum kasih-karunia. Semua berawal dari Tuhan dan atas inisiatif Sang Pencipta, semua tercipta dan segala hal terjadi atas campur tangan Ilahi. Sedangkan The Secret, menganggap justru sumber atau pusat segalanya ada pada pikiran, pada diri manusia, pada self atau the power within you.

Nah jadi, jelas dong bedanya. Alkitab ngajarin kita buat menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan. Artinya, kita harus jadi semakin kecil dan sebaliknya dengan bimbingan Roh, kita menjadikan Yesus sebagai yang lebih utama. Istilah yang paling sering kita dengar: Menyangkal diri en memikul salib. Itu syarat dan panggilan sebagai para murid Kristus.

SEMESTA. Dalam ajaran The Secret, ada satu istilah yang ‘mirip’ dengan definisi Tuhan, mereka menyebutnya dengan Semesta atau Universe. Si Semesta inilah yang mengabulkan apa yang kita pikirin. Digambarkan kayak sesosok jin botol yang selalu bisa mengabulkan apapun permintaan si Ali Baba. Apapun! Semesta ini nggak berwujud, dibentuk oleh dan dalam pikiran kita. Kalo kita berpikir sesuatu, termasuk meminta dan berpikir negatif, maka pikiran itu akan sampai ke Semesta dan semesta akan mewujudkannya, mau positif ataupun negatif.

Inilah keberatan terutama dalam ajaran The Secret. Hilangnya tokoh Tuhan yang sebenernya. Tuhan adalah alam, Tuhan adalah diri kita sendiri, Tuhan adalah pikiran kita, Tuhan adalah universe.

SELF CENTER. Alkitab bilang kita telah berdosa, kehilangan kemuliaan Allah, terpisah dari-Nya dan untuk itulah Yesus datang. Sebagai sosok penebus, Juru Selamat yang mendamaikan manusia dengan Bapa. Yesus di Alkitab, bukan sekedar avatar (sosok atau titisan Ilahi) yang cuman diutus buat umat Israel di jaman tertentu saja. Tapi Dia datang untuk sebuah karya penyelamatan, dan ini berlaku sekali untuk selamanya, untuk seluruh umat manusia secara universal. Artinya, untuk siapa saja, bukan cuman umat Kristiani. Nah, GFresh! perlu untuk menegaskan ini dulu karena ada banyak versi tentang siapa Yesus. Ada yang anggap dia cuman nabi, lalu mati dan makamnya pun ada. Namun iman kita dilandasi adanya kematian melalui penyaliban dan kebangkitan yang mengalahkan dosa dan maut. Melalui proses inilah, kita yang tadinya bukan siapa-siapa, bahkan harusnya binasa, menjadi layak dan mendapatkan status anak-anak Allah.

Sedangkan aliran new age justru bilang Allah itu cuman bagian dari alam semesta. Berawal dari teori big bang, semua berawal dari satu sumber (monism), lalu terciptalah berbagai planet dan benda langit lain. Lalu muncul kehidupan dan itulah alasan mengapa new age meyakini manusia adalah bagian dari suatu sosok ilahi, manusia bisa menemukan kembali keilahian dengan berbagai metode. Salah satu yang sering dipraktekkan adalah lewat meditasi, menyatu dengan alam dan menjadikan tiap pribadi sebagai pusat dari alam semesta.

Itulah yang persis diajarin ama The Secret: You are the center of the universe. Kamu adalah pusat segalanya, segalanya bermula dari pikiran. Dari pikiran, muncul tindakan yang mewujudkan semua keinginan. Kamu punya kemampuan yang luar biasa buat menciptakan apapun. Bener gitu?

KUTIPAN-KUTIPAN DALAM THE SECRET
Dalam buku itu banyak sekali kutipan (quote) dari tokoh-tokoh ternama buat menegaskan ajaran-ajaran The Secret. Beberapa kita bahas deh.

“You create your universe as you go along the way”

Ini kutipan yang katanya berasal dari Winston Churchill. Ironisnya, kutipan itu nggak sesuai ama konteksnya. Maksudnya gini, itu cuman sepenggal kalimat dari keseluruhan naskah pidato tokoh terkenal yang pernah jadi PM Inggris itu. Selengkapnya dan sebenarnya Winston Churchill justru menyampaikan pesan yang justru menentang paham atau keyakinan tersebut! Berikut ini petikan naskah aslinya:

“Beberapa sepupu saya yang mendapatkan kesempatan pendidikan universitas pernah menggoda saya dengan argumen yang membuktikan tak ada satupun yang memiliki eksistensi kecuali jika kita memikirkannya. Seluruh ciptaan hanyalah mimpi, semua fenomena adalah imajinasi belaka. Kau menciptakan semestamu sendiri saat kau memulainya. Semakin kuat imajinasimu, semakin kayalah semesta ini. Ketika kau berhenti bermimpi, semesta berhenti untuk eksis. Ini adalah jalan pikiran yang konyol. Ini sesuatu yang tak bermakna dan tak berguna.”

“Ayun langkah pertama dalam iman. Anda tak harus melihat seluruh anak tangga. Hanya mengambil langkah pertama”

Itulah ajaran dari The Secret yang bersumber dari kutipan Martin Luther King Jr . Namun sayangnya, Rhonda nggak mencantumkan lengkap siapa sosok yang dikutipnya, apalagi menjelaskan apa yang dimaksud dengan iman menurut Martin Luther King Jr. tersebut.

The Secret seolah menampilkan berbagai kutipan, tapi nggak mengecek or nampilin konteks lengkap mengenai siapa sosoknya atau makna keseluruhan dari kalimat. Kita tau kalo Martin Luther King Jr adalah pengikut Kristus yang taat, rahasia dari kehidupannya bersumber dari hubungan yang erat dengan Sang Mesias, seperti dituturkan oleh Dr. Alveda King, keponakan dari beliau:

“Paman saya bukanlah seorang yang self-empowered, namun Christ-empowered (kekuatannya bukan dari diri-sendiri namun dari Kristus). Kasih Allah itulah rahasianya, bukan seperti yang disebut dalam The Secret. Imannya kepada Kristus, itulah rahasianya, namun itu tidak dicantumkan dalam The Secret. Rahasia sesungguhnya adalah The Secret lupa bahwa rahasia itu bersumber dari kasih Allah yang begitu besar bagi manusia.”

BAKAR BUKUNYA!
Weleh-weleh! Jangan keburu napsu dong. GFresh! pengen kita semua bisa berpikir kritis dan open minded. Nggak ada salahnya baca buku The Secret, yang penting kita juga perlu mengimbangi dan membandingkannya dengan ajaran Alkitab, dan kuat dalam firman Tuhan sehingga nggak terombang-ambing pengaruh lain.

Dalam buku itu memang memuat prinsip yang diajarkan Yesus, yakni: Meminta, Percaya dan Menerima. Namun penerapannya yang dibedain. Alkitab emang ngajarin kalo kita semua adalah anak-anak Allah melalui iman kita pada Yesus. Juga yang harus lebih diperjelas adalah prosesnya. Kita nggak menjadikan Bapa atau sosok Tuhan sebagai pemuas semua keinginan, alias cuman tinggal minta lalu pasti terkabul. Karena berdoa bukan cuman sekedar meminta, tapi ada sebuah hubungan alias relationship, dan itulah yang terpenting yang menjadi fondasi iman. Kita mendapatkan hubungan dengan Allah kembali sebagai anak dan Sang Bapa. Juga proses terkabulnya sebuah doa harus disertai dengan iman… diimbangi dengan perbuatan, dan… yang terpenting juga, yang diminta itu sesuai kehendak Allah. Bukan berdasarkan keinginan kita saja.

Ajaran The Secret sebenernya nggak ada yang bisa ditentang, kecuali ‘peniadaan’ Tuhan dan ‘pen-Tuhanan’ diri sendiri yang perlu diwaspadai. Berbahayanya adalah, ajaran ini masuk dengan mengendap-endap, bisa diterima oleh semua kalangan, bahkan kalangan Kristen ada yang membanggakannya. Lalu kemudian pola pikir kita dipengaruhi oleh new age dan akhirnya menjauh dari Tuhan, entah itu secara langsung maupun nggak langsung.

‘RAHASIA-RAHASIA’ DALAM ALKITAB

1. MINTA
The Secret memuat kutipan dari Markus 11:24: “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”. Menurut buku itu, dengan cara pikiran kita berfokus pada apa yang kita minta, trus berlaku seperti kita udah menerimanya, maka si semesta akan mewujudkannya.

Tapi coba kita liat dua ayat berikutnya yang nggak dicantumin di The Secret: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Markus 11:25-26

Nah, sudah jelas dong kalo rahasianya bukan cuman meminta lalu pasti terkabul. Semua doa harus dilandasi pada sebuah relationship dan harus ada rekonsiliasi terlebih dahulu. Ya, harus ada pemulihan hubungan Tuhan dengan manusia, juga hubungan antar manusia. Dalam kehidupan persaudaraan yang rukun, ada berkat Tuhan. Carilah semua ajaran Kristus tentang ‘meminta’ pada Tuhan, pasti selalu dengan syarat relationship denganNya!

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7).

“Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yohanes 16:24)

“..dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (I Yohanes 3:22)

“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (I Yohanes 5:14)

2. KEINGINAN
Alkitab punya rahasia yang sederhana, catat ya... ini bukan rahasia lagi. Semuanya harus diawali dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu. Artinya Kristus yang jadi raja, yang menguasai hati kita. Bukan uang, bukan status, bukan diri kita sendiri, bukan apapun. Karena semua berkat itu akan diberikan sebagai bonus. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Sama kayak kita dikasih bonus jaket kalo beli motor, yang penting kan motornya bukan jaketnya. Jaket itu otomatis jadi milik kita kalo kita beli motornya. Tapi kadang kita malah berebut minta jaketnya en motornya ditinggalin! Nah… The Secret kayak ngajarin kita buat ngejar bonusnya doang, tapi yang pentingnya nggak dilirik. Semua ‘bonus’ itu (uang, kasih sayang, kesuksesan, en berkat-berkat lainnya) akan otomatis datang pada kita kalo kita mencari apa yang penting: ‘kerajaan Allah’.

3. PIKIRAN.
The Secret ngajarin bahwa kita harus positive thinking. GFresh! setuju, tapi… kekuatan pikiran bukanlah segalanya, karena kita tidak maha pencipta. Akal budi, pikiran atau hikmat manusia ada batasnya. Cuman Tuhan aja yang harus dijadikan sandaran. Alkitab mengajarkan rahasia berikut:

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4: 8,13;19)

Itu adalah rahasia yang diajarkan Alkitab! Pikiran yang positif, tapi yang didasari oleh iman kepada Tuhan. Bukan menjadikan kekuatan pikiran kita sebagai segalanya. Iman dan tindakan yang sesuai kehendak Tuhan, itulah yang menjadi jaminan. Selain itu, Alkitab ngajarin kita lebih dari sekedar berpikir positif, tapi berpikir kayak Yesus berpikir!

“Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (I Korintus 2:16).
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (II Korintus 10:5). “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7).

3. PENGEN KAYA

The Secret ngajarin kita berfokus pada apa yang jadi keinginan kita, dan pasti yang kepikiran adalah pengen kaya raya. Tul nggak? Hati-hati lho, Alkitab jelas bilang: “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Amsal 10:22). “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini” (Amsal 23:4). “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6:9-10)

‘Keinginan’ untuk menjadi kaya biasanya itu yang bikin problemo. Menjadi kaya itu boleh (en percayalah justru Tuhan pengen kita kaya) tapi ‘ingin’ menjadi kayak yang harus diwaspadai lantaran kita jadi cenderung menjadikan uang sebagai tujuan utama dan segalanya. Ingat, uang bukan akar kejahatan, cinta uang-lah yang merupakan akar dari kejahatan.

Tuhan mengajarkan agar kita merasa cukup dan memang itulah rahasianya. Tuhan memberikan sesuai kebutuhan dan kecukupan. Nggak kekurangan atau kelebihan. Tapi manusia harus menjalankan perannya juga, yakni berdoa… memohon dan disertai usaha yang sesuai kehendak Tuhan. “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” (Amsal 30: 8-9)

Kekayaan bukanlah tujuan, tapi cuman alat dan sarana. Perhatiin ayat keren berikut: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21).

Menurut kamu, di ayat itu, bolehkah kita ‘mengumpulkan harta’?. Kalo jawabannya ‘nggak boleh’… tet-tot!! Kamu salah!! Yang nggak boleh adalah ‘mengumpulkan harta di bumi’, …tapi ‘mengumpulkan harta di sorga’ itu harus! Dengan menyimpan hartamu di sorga maka hati kita juga ada di sorga! (baca lagi ayatnya dengan teliti). Pertanyaannya, gimana caranya mengumpulkan harta di sorga? Harta bisa berbentuk uang, tenaga, atau apapun yang berharga bagi kita. Berikan ‘harta’ itu untuk pekerjaan Tuhan, untuk kepentingan orang banyak, membantu yang lemah, menolong bangsa, untuk kemuliaan Tuhan, etc… pokoknya bukan buat diri sendiri doang.

Liat aja Yusuf, dia mengumpulkan harta, tapi bukan buat dirinya sendiri, tujuannnya agar rakyatnya dan orang banyak sejahtera, untuk menolong orang lain (baca Kejadian 41). Seperti yang diteladankan oleh Paulus: “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35)

Sebaliknya ada orang kaya yang mengumpulkan harta buat dirinya sendiri, akhirnya Tuhan mengambilnya! “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (Lukas 12:16-21).

So, jangan ‘pengen’ kaya, tapi harus ‘pengen’ memberkati dan menolong banyak orang lain, kekayaan itu cuman cara, dan Tuhan yang akan memberikannya, tentunya bisa lewat usaha dan ketekunan kita, lewat skill dan bakat kita, lewat hidup kita.

CINTA: PERASAAN VS KOMITMEN
The Secret banyak menekankan pentingnya cinta, sebagai sebuah perasaan. Bahkan ada contoh mengenai Bunda Teresa yang semasa hidupnya mengabdi untuk melayani di India. Contoh Bunda Teresa justru terasa nggak cocok, karena kalo patokannya hanya berdasarkan perasaan, rasanya sulit seseorang mau bertahan dalam situasi yang sangat jauh dari layak.

Bayangkan, sebuah tempat yang dipenuhi para gelandangan, bahkan banyak yang menderita kusta. Bunda Teresa pernah mengungkapkan bahwa kalo cuman ngikutin perasaan saja, ingin rasanya ia meninggalkan semua hal tersebut. Namun ia memilih untuk bertahan karena adanya panggilan dan komitmennnya. Semua itu bersumber dari kasih kepada Tuhan, yang diwujudkan kepada sesama dan bukan cuman melalui perasaan, tapi melalui komitmennya untuk berkarya nyata. Cinta bukan sekedar perasaan, namun butuh dibuktikan lewat tindakan. Hal inilah yang luput dari uraian The Secret.

LAW OF ATTRACTION VS GRACE OF GOD
Law of attraction bilang kalo semua yang terjadi berawal dari pikiran. Semua tercipta lebih dahulu dalam pikiran. Jadi, nggak ada yang kebetulan. The Secret ngajarin bahwa segala sesuatu ada sebab-akibat. Sekilas ini mirip hukum karma, perbuatan atau pikiran di masa lalu akan menentukan masa depan kita kelak. Nah, gimana dengan orang yang latar belakangnya kurang bagus? Ini kabar baiknya, dan bukan lagi rahasia…

Semua itu bisa berubah dan menjadi indah... bukan karena law of attraction, tapi karena ada kasih karunia Allah yang sanggup menjadikan segalanya baik. Sebab kalo kita harus patuh pada hukum The Secret, bahaya dong… kalau kelak kita punya pikiran negatif, lalu terjadilah hal yang negatif. Padahal sebagai manusia, pasti punya dong rasa kuatir. Nggak selamanya seseorang selalu bisa berpikir yang baik-baik saja.

Inilah yang ditawarkan Alkitab, sebuah pesan dari Tuhan yang sangat memahami kita. Pesan yang paling banyak dimuat di Alkitab adalah: Jangan takut. Karena Tuhan sadar bahwa manusia punya perasaan, dan kekuatiran yang bisa bikin kita lupa kalo ada Tuhan yang jauh lebih berkuasa dari yang kita kuatirkan.

Dengan iman, kita beroleh kasih-karunia. Ini bukan karena hasil usaha atau dari kekuatan pikiran belaka. Tapi dari sikap pasrah yang aktif. Maksudnya gini, meyerahkan sepenuhnya dalam iman pada Tuhan, tapi juga bertindak untuk mencapai apa yang diinginkan.

KATALOG
“Ini sungguh menyenangkan. Seperti memiliki semesta sebagai katalog. Anda membolak-balik lembarannya dan berkata “Saya ingin mempunyai pengalaman ini, saya ingin memiliki barang itu, dan saya ingin mempunyai orang seperti itu.” Andalah yang menentukan pesanan kepada Semesta. Sungguh mudah.” (DR. Joe Vitale)

Coba kita berpikir kritis. Kalo kita pesan sesuatu dari katalog, emang itu gratis? Pastinya waktu pesanan datang atau mungkin malah sebelum barang itu diantar ke rumah kita, ada harga yang harus dibayar. Iya dong! Kalo dalam hidup, apa harganya? Salah satunya adalah berdoa.

Berdoa nggak bisa disamakan dengan menjadikan Tuhan (atau Semesta- versi The Secret) sebagai pemilik toko sekaligus kurir yang siap mengantarkan pesanan. The Secret mengajarkan: Mintalah satu kali saja, Anda bukan memesan lalu meragukan apakah pesanan sudah diterima.

Lalu, apakah “doa” pada Tuhan cukup sekali aja? Doa yang diajarkan Yesus jauh lebih luas maknanya daripada sekedar meminta. GFresh! pengen mengikuti teladan Yesus lewat Doa Bapa Kami:

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” (Matius 6:9-13)

Dari doa ini jelas dong kalo Yesus mengajarkan kita bukan cuman untuk meminta. Yang utama adalah terlebih dahulu mencari kerajaan Tuhan. Selanjutnya, meminta sesuai kebutuhan dan kecukupan. Lalu, baru setelah itu ada proses rekonsiliasi, memohon ampun atas dosa kita pada Tuhan dan juga adanya kemauan untuk saling memaafkan.

Waktu kita berdoa, kita boleh meminta lebih dari sekali tapi bukan karena nggak yakin Tuhan sanggup mengabulkan. Asalkan sesuai kehendak Tuhan dan sesuai kebutuhan, pasti Bapa akan berikan buat anak-anakNya. Doa yang berulang-ulang harus disertai sikap hati yang meyakini dan yang utama adalah membangun sebuah hubungan, bukan sekedar memanfaatkan atau menyuruh Tuhan untuk memuaskan keinginan diri sendiri.

Coba jawab…
The Secret mengajarkan:
· Meminta, Percaya dan Menerima.
Meminta kepada siapa? Percaya kepada siapa? Menerima dari siapa?
· Terlebih dahulu berterima kasih untuk apa yang Anda inginkan.
Berterima kasih kepada siapa?
· Bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.
Bersyukur kepada siapa?

The Emerald Stone vs The Bible
Di halaman awal buku The Secret, ada kutipan yang berbunyi demikian:

Seperti di atas, begitu juga di bawah. Seperti di dalam, begitu juga di luar. (Batu berukir Emerald, 3000 SM)

Apa sih Emerald Tablet atau Emerald Stone? Ternyata inilah sumber dari ajaran The Secret yang makin menegaskan bahwa semua bersumber dari filosofi new age yang berakar dari agama pagan. Dalam agama tradisi, sosok ilahi dapat dipahami dalam bentuk fenomena alam. Figur “Tuhan” dianggap sebagai dualitas, ada maskulin (dewa) dan feminin (dewi). Manusia adalah hasil perkawinan rohani, antara langit dan bumi.

Berawal dari tradisi dan agama Yunani, bercampur dengan mitologi Romawi dan Mesir. Ada sosok dewa yang diyakini sebagai pemberi wahyu pada manusia. Itulah yang dikenal dengan nama: Merkurius dalam agama Romawi, atau Hermes dari Yunani, atau disebut sebagai Thoth saat di Mesir. Tiga sosok inilah yang dinamai Hermes Trismegistus (Hermes yang tiga kali lebih hebat), yang diyakini mewahyukan sabda yang dicatat dalam ukiran batu Emerald.

Isi selengkapnya batu Emerald adalah rangkuman dari inti ajaran agama pagan yang kelak menjadi cikal-bakal aliran new age. Semuanya terdiri dari 14 ayat. GFresh! tampilkan ini supaya kita paham apa bedanya dengan yang diajarkan Alkitab

1. Tis true without lying, certain & most true.
(Ini adalah benar tanpa dusta, pasti dan sangat benar)
2. That which is below is like that which is above & that which is above is like that which is below to do the miracles of one only thing.
(Bahwa apa yang di bawah sama seperti yang di atas dan apa yang d atas sama seperti yang di bawah untuk melakukan keajaiban untuk hanya satu hal)
3. And as all things have been & arose from one by the meditation of one: so all things have their birth from this one thing by adaptation.
(Dan seperti segala sesuatu telah dan berasal dari yang satu dan meditasi terhadap yang satu: demikian segala sesuatu dilahirkan dari satu hal ini melalui adaptasi)
4. The Sun is its father, the moon its mother,
(Matahari adalah ayahnya, bulan adalah ibunya)
5. The wind hath carried it in its belly, the earth its nurse.
(Angin membawa itu dalam rahimnya, bumi adalah bidannya)
6. The father of all perfection in the whole world is here.
(Bapak/Sumber dari segala kesempurnaan di seluruh dunia ada di sini)
7. Its force or power is entire if it be converted into earth.
(Kuasa atau kekuatannya adalah menyeluruh jika dipindahkan ke bumi)
7a. Separate thou the earth from the fire, the subtle from the gross sweetly with great industry.
(Pisahkan bumi dari api, bentuk yang halus, menciptakan hasil yang besar)
8. It ascends from the earth to the heaven & again it desends to the earth and receives the force of things superior & inferior.
(Naik dari bumi menuju langit dan turun lagi ke bumi dan menerima kuasa dari hal yang lebih besar dan lebih kecil)
9. By this means you shall have the glory of the whole world & thereby all obscurity shall fly from you.
(Dengan hal ini kau akan menemukan kemuliaan dunia seutuhnya dan segala ketidak-jelasan akan kabur darimu
10. Its force is above all force, for it vanquishes every subtle thing & penetrates every solid thing.
(Kuasanya di atas segala kuasa, karena itu melenyapkan semua hal yang kecil dan menembus semua hal yang kuat
11. So was the world created.
(Demikianlah dunia telah tercipta)
12 From this are & do come admirable adaptations where of the means (or process) is here in this.
(Dari hal-hal ini muncul berbagai perubahan yang mengagumkan yang prosesnya demikian
13. Hence I am called Hermes Trismegist, having the three parts of the philosophy of the whole world.
(Demikianlah aku dipanggil Hermes Trismegist, memiliki tiga bagian dari filosofi seluruh dunia)
14. That which I have said of the operation of the Sun is accomplished & ended.
(Demikian akhir sabdaku dan tata surya telah selesai tercipta


Apa yang diajarkan di sini berupa “As above, so below” beda dengan doa Bapa Kami, yang meminta kerajaan Allah hadir di muka bumi. Ajaran dari Emerald Stone mengisahkan bahwa, sosok ilahi nggak beda ama sosok manusia. Sebab semua diciptakan dari satu sumber yang sama.

Berdasarkan keyakinan itulah, The Secret dibuat. Bahwa manusia diyakini punya kuasa, bisa menjadi seperti Allah, bisa menciptakan melalui kekuatan pikiran dan menjadikan diri manusia sebagai pusat semesta.

Lebih lanjut, The Secret juga menggiring opini bahwa sebenarnya Tuhan adalah Energi di alam semesta. Karena mencomot sebagian dari prinsip dalam ilmu fisika, Energi itu nggak ada awal dan akhir, selalu bersifat kekal dan berubah-ubah bentuknya, menghasilkan energi berikutnya.

Alkitab justru mengajarkan hal yang berbeda. Semesta diciptakan Allah, sebagai Sang Pencipta dan bukanlah bagian dari alam semesta. Manusia jatuh ke dalam dosa karena bujukan iblis untuk makan buah pengetahuan yang baik dan buruk. Inilah awal dari dosa manusia, seperti tipuan si ular:

· Akan menjadi seperti Allah. Tapi nggak sama dengan Allah
· Akan mengetahui yang baik dan buruk. Tapi bersumber dari hikmat manusia, bukan dari Allah.
· Mata akan terbuka, akan memiliki kemampuan supranatural. Inilah tipuan yang ditawarkan iblis yang bekerja lewat unsur-unsur alam dan mistik.
· Dijanjikan bahwa nggak akan mati, tapi kenyataannya justru dari dosa inilah yang bikin manusia kelak akan binasa, sehingga Allah berjanji akan menebus supaya kita kelak bisa kembali pada hidup kekal.

Alkitab mengajarkan bahwa sosok Tuhan sebagai Bapa, tapi sesungguhnya makna Bapa di sini bukan sebatas figur maskulin saja. Karena Tuhan memiliki sifat seorang ayah dan juga seorang ibu.

· Tuhan maha kuasa dan sekaligus maha rahim.
· Tuhan bersikap adil dan juga mengasihi
· Tuhan menghakimi dan mengajar, sekaligus menyayangi dan memelihara
· Tuhan yang kita yakini bukan terdiri dari dua sisi, maskulin dan feminin, dalam sosok dewa dan dewi. Tapi sebagai kesatuan yang utuh, yang memiliki kedua sisi tersebut, seperti yang terangkum dalam nama Tuhan “El Shaddai”

Kata “El” dari “Elohim” menegaskan sifat Allah sebagai pencipta, penguasa. Kata “Shaddai” dalam bahasa Ibrani secara literal adalah “payudara” yang menjelaskan sifat Allah sebagai pemelihara dan penyayang bagi manusia. Allah yang kita sembah, bukanlah sosok dewa atau maskulin saja, kalo cuman disimpulkan dari kata “Bapa”, tapi juga punya sifat yang lembut dan penuh belas kasihan. Tuhan adalah figur ayah sekaligus ibu bagi manusia.

Ada beberapa bagian dari cerita The Secret yang terkesan menganggap homoseksualitas adalah hal yang wajar. Begitu pula mengenai prinsip meminta yang menjelaskan bahkan kalo kita pengen, boleh saja minta lebih dari satu orang, misalnya kita memang pengen berganti-ganti pasangan. Waktu manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dijadikanlah pria dan wanita. Melalui pernikahan, mereka kembali menjadi kesatuan yang utuh, menjadi gambar dan rupa Allah yang sempurna. Tapi sesuatu yang seharusnya menjadi sakral itu sekarang udah banyak dirusak dengan adanya pornografi dan berbagai penyimpangan. Seks cuman dianggap sebagai alat pemuas nafsu dan banyak yang udah lupa tujuan awal diciptakannya manusia sebagai gambar dan rupa Allah, sebagai pria dan wanita. Rahasia inilah yang kini telah tersingkap.

Mau percaya yang mana?
Sekarang semuanya kembali pada kita. GFresh! nggak melarang GF!ers baca atau nonton The Secret, tapi cobalah untuk mengetahui juga kebenaran dan rahasia yang diajarkan di Alkitab. Trus minta hikmat dari Tuhan untuk membandingkan sehingga bisa memilih mana yang tepat untuk diterapkan dalam hidup.

Law of attraction kalo direnungin sebetulnya aneh soalnya kalo segala sesuatu dianggap berasal dari pikiran, berarti kalo di suatu kota ada bencana alam, itu karena semua orang di kota itu lagi mikirin bencana dong ya? Atau orang-orang yang jadi korban tragedi WTC, apakah mereka sebelumnya semua sepakat, memancarkan kekuatan pikiran lalu “memanggil” supaya nanti datang pesawat yang menabrak gedung trus bikin mereka menemui ajal? Nggak logis banget kan?

The Secret lupa kalo ada oknum berdaulat yang namanya Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada pikiran manusia dan lebih bijak daripada apapun, yang mengatur dan mengkoordinasi semuanya buat kemuliaanNya dan kebaikan manusia juga. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28). Waktu kita mengalami hal yang kita anggap buruk, mungkin memang karena akibat pikiran kita yang buruk seperti yang diajarkan The Secret, tapi lebih dari itu ada rencana Tuhan yang indah buat kita, karena yang buruk menurut kita justru Tuhan ijinkan buat kebaikan kita. Tuhan bekerja!

The final secret
Hikmat, kekuatan pikiran dan akal budi manusia ada batasnya. Ada hal-hal yang nggak bisa dijelaskan dan nggak sanggup dipahami. Cara kerja Tuhan atau semesta yang diciptakanNya nggak sesimpel seperti yang dimuat di The Secret. Rahasia kehidupan sebetulnya udah ada tertulis di Alkitab, cuman kitanya saja yang mungkin belum tau. Nah, sekarang rahasianya sudah jelas dong.

Beberapa taon lagi, The Secret bakal jadi salah satu buku best-seller yang mungkin udah terlupakan atau akan terbit buku sejenis berikutnya, yang masih menampilkan resep yang sama, ajaran new age dengan judul berbeda. Kelak, orang-orang akan lupa untuk membahas Law of attraction. Tapi kitab suci, firman Tuhan yang dimuat di Alkitab akan selalu jadi buku best-seller sepanjang taon dan akan selalu dibicarakan. The grace of God akan tetap berlaku dan ditawarkan untuk kita semua.

RAHASIA HIDUP SEBENARNYA
Semua berawal dari rahasia yang diajarkan Tuhan. Cari dahulu kerajaan Allah, setelah itu bonusnya bakalan ngalir. Berdoa, berusaha dan tinggal di dalam firman Tuhan adalah rahasia yang diajarkan dalam Alkitab. Semua diawali dengan cara berdoa yang benar, yaitu bukan cuman meminta. Doa adalah membangun hubungan dengan Tuhan dan harus dibarengi dengan sikap saling memaafkan dengan sesama manusia. Hidup dalam Kristus dan Kristus dalam kamu. Inilah rahasianya! “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kolose 1:27). …And the secret is that Christ is in you. (yo-i)